Yunani Tunda Deportasi Imigran ke Turki

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Eka Azwin Lubis

Yunani Tunda Deportasi Imigran ke Turki

Imigran di Yunani (Telegraph)

Rabu, 6 April 2016 | 16:47

Analisadaily - Jadwal deportasi imigran dari Yunani ke Turki ditangguhkan oleh otoritas keamanan Yunani.

Pembatalan deportasi imigran yang tinggal di Lesbos ini, mengakibatkan munculnya silang pendapat antar negara Uni Eropa yang terus berusaha membendung aliran pengungsi.

"Jumlah imigran tidak sesuai dengan undang-undang dan aturan yang ada. Kami akan menunggu jumlah yang pas baru melakukan deportasi," kata juru bicara pemerintah Yunani, Yiorgos Kyritsis.

Dari 6.000 imigran yang tiba di negara-negara Uni Eropa sejak 20 Maret lalu, lebih dari 2.300 telah meminta suaka. Begitu banyak imigran yang meminta suaka dan kurangnya pekerja untuk menangani permintaan mereka, membuat proses deportasi bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan.

"Beberapa bulan ke depan akan sulit. Kami berhadapan dengan orang-orang yang bisa berbicara 70 bahasa berbeda. Mereka telah melakukan perjalanan ke Yunani tanpa surat-surat karena mereka melarikan diri dari perang."

"Yunani sudah meminta banyak bantuan, tetapi sejauh ini belum ada yang datang. Mereka tidak memiliki tenaga kerja pada skala yang diperlukan," kata Jonas Hagensen dari Medecins Sans Frontieres, seperti dilansir dari Telegraph, Rabu (6/5).

Komisaris Tinggi PBB untuk sektor Hak Asasi Manusia, mengkhawatirkan tentang beberapa migran yang dideportasi karena polisi Yunani tidak memproses klaim suaka 13 dari 202 pencari suaka.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar