Yangon Masih Jadi Kota dengan Kualitas Hidup Terburuk

Penulis: Ria Situmorang | Editor: Eka Azwin Lubis

Yangon Masih Jadi Kota dengan Kualitas Hidup Terburuk

Pemandangan Kota Yangon (Coconuts Yangon)

Sabtu, 19 Maret 2016 | 10:43

Analisadaily - Yangon merupakan ibukota negara yang baru bertransformasi menjadi demokrasi setelah sekian lama dibayang-bayangi kekuasaan militer, Myanmar.

Meski pandangan politik Myanmar telah berubah, namun Yangon masih dinilai sebagai tempat hidup yang tidak layak.

Pekerjaan rumah pemerintahan baru adalah survey The Mercer edisi Februari yang menyebut, Myanmar masih berada di urutan 201 dari 230 negara dengan kualitas hidup terburuk selama dua tahun berturut-turut.

Informasi dari Coconuts Yangon, Sabtu (19/3) mengungkap, faktor politik, lingkungan, kesehatan, keamanan dan transportasi masih menjadi kendala di ibukota negara yang dulu akrab disebut Burma.

Yangon berada di urutan terbawah bersama Kota Luanda di Angola, Karachi di Pakistan dan Bagdad di Irak dalam daftar tersebut.

Sementara Kota Vienna di Austria dan Zurich di Swiss, menghuni urutan pertama dan kedua kota paling layak untuk ditempati.

Perubahan mendasar pada pemerintahan di negara kawasan Asia Tenggara ini diharapkan bisa memberi kesejahteraan hidup bagi warga negaranya ke depan.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar