Vishal Tulsian Beberkan Perjalanan Membangun Fintech Pertama di Indonesia

Vishal Tulsian Beberkan Perjalanan Membangun Fintech Pertama di Indonesia

Managing Director Amar Bank, Vishal Tulsian.

(rel/rzd)

Selasa, 18 Juni 2019 | 16:26

Analisadaily - Pionir Financial Technology (fintech) dari Amar Bank, Tunaiku, hadir sejak 2014 di Indonesia. Sampai saat ini, Tunaiku mengalami perkembangan yang sangat cepat. Jumlah penyaluran kredit meningkat dengan cepat dari Rp 200 miliar tumbuh menjadi Rp 1 triliun.

Jumlah install aplikasi yang mencapai 1 juta orang lebih dan jumlah nasabah yang mencapai lebih dari 200 ribu orang memperlihatkan pertumbuhan yang siginifikan. Sukses saat ini dengan penyaluran kredit yang cukup besar, tidak lepas dari kerja keras di masa lalu.

Managing Director Amar Bank, Vishal Tulsian, menceritakan perjalanan membangun Tunaiku. Pada 2014 lalu, jenis perusahaan berbasis fintech belum begitu terlalu dikenal di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Namun dengan kerja keras dan usaha, serta atas izin dan bantuan dari pemerintah Indonesia, Vishal berhasil membangun Tunaiku sebagai perusahaan fintech pertama di Tanah Air yang saat ini dikenal luas.

“Ketika datang ke Indonesia lima tahun silam, saya melihat peluang untuk  fintech belum berkembang. Padahal, fintech memiliki misi sosial di dalamnya. Saya mencoba mencari di mana atau dalam hal apa teknologi dapat memberikan dampak yang berarti,” kata Vishal, Selasa (18/6).

Menurut Vishal, teknologi dapat memberikan dua dampak. Teknologi dapat memberikan dampak berupa efisiensi, dan ini merupakan tema utama yang terjadi di Dunia Barat. Ketika dirinya tinggal di Eropa, di sana teknologi memberikan dampak berupa efisiensi, membuat orang-orang melakukan pekerjaannya dengan lebih efisien.

“Saya percaya, teknologi dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan seseorang,” ujar Vishal.

Diakui pria yang lahir dan berasal dari India ini, tidak mudah mendirikan Tunaiku di Indonesia. Langkah yang ditempuh saat itu memang cukup panjang. Perjalanannya mulai dari datang ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga berhasil mendapatkan izin dari pemerintah.

“Akhirnya berdirilah platform Tunaiku sejak tahun 2014, sebagai produk pinjaman tanpa agunan Amar Bank,” ungkap pria lulusan master dari Harvard Business School tersebut.

Vishal menyebut, ide membangun Tunaiku diadopsi dari beberapa perusahaan fintech di Eropa. Di Eropa perkembangan teknologi begitu cepat, kemudian dirinya membawa model bisnis ini ke Indonesia. Saat itu dirinya melihat infrastruktur pembayaran dan transaksi keuangan di Indonesia sudah bagus, tetapi untuk masalah kredit masih ada kesenjangan.

Melihat populasi masyarakat Indonesia yang berjumlah 250 juta orang Indonesia, hanya sekitar 40 juta penduduk yang terlayani atau punya akses ke perbankan. Dari situ kemudian muncul pemikiran untuk menciptakan pasar melalui teknologi. Sehingga akan membuat mereka yang unbankable menjadi lebih mudah mengakses layanan keuangan melalui teknologi.

“Keyakinan saya bahwa teknologi harus memberikan dampak pada kehidupan manusia adalah awal mula saya membangun bisnis, bahwa teknologi dapat digunakan untuk memberikan dampak positif kepada kehidupan masyarakat,” sebutnya.

Pada awal Tunaiku beroperasi, sebagian besar dana pinjaman yang berhasil disalurkan digunakan oleh penerima pinjaman untuk membiayai kebutuhan sehari-hari yang mendesak, seperti, pengobatan ke rumah sakit. Sekarang, lebih banyak dari mereka meminjam untuk merenovasi rumah, modal usaha mikro, dan pendidikan.

Pertumbuhan Amar Bank ini turut berperan pada pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia yang mencapai 12,45% di sepanjang tahun 2018. Dari sisi rasio net pinjaman bermasalah (NPL) pada 2018 mencapai -0.61 persen. Layanan Tunaiku saat ini tersedia di 16 kota besar. Nilai pinjaman yang ditawarkan berkisar Rp 2 juta sampai dengan Rp 20 juta dengan tenor pinjaman 6-20 bulan.

“Angka ini, menurut OJK, sudah melebihi target yang sudah ditentukan.Pertumbuhan ini memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perbankan yang menyediakan layanan kredit serta layanan perbankan lainnya,” ucap Vishal.

Dengan adanya pencapaian yang cukup tinggi, Vishal mengaku optimis melihat geliat pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Terutama dengan berkembang pesatnya Tunaiku, akses layanan keuangan akan menjadi semakin luas, sehingga dapat memacu percepatan inklusi keuangan di Indonesia.

Mengenai strategi tahun 2019, Vishal berharap Tunaiku dapat menjangkau segmen yang lebih luas, bagaimana menjangkau lebih banyak masyarakat, bagaimana kita meningkatkan maksimum jumlah pinjaman, menjangkau lebih banyak pengusaha bisnis mikro (Usaha Mikro Kecil dan Menengah/UMKM)

“Tunaiku saat ini tengah mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh pelaku usaha kecil dan mikro.Jadi kami berencana meluncurkan fitur spesial untuk pelaku UMKM,” papar Vishal.

Vishal juga mengungkapkan, Tunaiku sebagai bagian dari Amar Bank memiliki visi untuk membawa senyum bagi 200 juta wajah pada tahun 2025. Pihaknya berharap, Tunaiku sebagai pionir fintech di Indonesia dapat terus memberikan nilai positif bagi masyarakat yang sudah merasakan manfaat langsung dari layanan mereka.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan layanan sekaligus memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” Vishal menandaskan.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar