Tujuh Fenomena Menakjubkan Sepanjang Tahun 2017 (Part I)

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Eka Azwin Lubis

Tujuh Fenomena Menakjubkan Sepanjang Tahun 2017 (Part I)

Bintang Neutron Bertabrakan (BBC)

Rabu, 27 Desember 2017 | 14:21

Analisadaily - Tahun 2017 segera berakhir. Jika melihat ke belakang, ada banyak kejadian dan hal menarik dari ilmu pengetahuan yang terjadi di bumi maupun luar angkasa.

Hal menarik apa saja yang terjadi sepanjang tahun 2017? Berikut paparannya seperti dilansir dari BBC, Rabu (27/12):

Tabrakan Bintang

Pada tahun 2017, para ilmuwan mendeteksi gelombang gravitasi Einstein dari sumber baru, yakni adanya tabrakan dua bintang neutron. Hasilnya sebagai titik awal untuk sebuah cabang astronomi baru.

Peneliti menggunakan gelombang gravitasi untuk mengumpulkan data tentang fenomena tersebut.

Tabrakan menghasilkan ledakan dan itu terjadi di sebuah galaksi yang terletak kira-kira seribu miliar kilometer jauhnya di Constellation Hydra.

Fakta dari kejadian ini menyebut, bintang neutron sangat padat sehingga neutron satu sendok teh bisa seberat satu miliar ton. Peneliti juga memastikan, kejadian ini akan mempengaruhi produksi emas dan platinum yang ada di alam semesta.

Cassini

Pesawat ruang angkasa Cassini tiba di sistem Saturnus pada tahun 2004. Dalam 13 tahun, perjalanannya mengubah pemahaman kita tentang planet dan bulan.

Peneliti mengatakan, Cassini menemukan geiser yang menghasilkan es di luar angkasa. Di planet Saturnus, terdapat pula laut dan danau metana terbesar di Titan.

Cassini tidak dapat bertahan karena badai di Saturnus. NASA memutuskan untuk menghancurkannya dari pada harus bertabrakan dengan Enceladus. Pada tanggal 15 September 2017, Cassini meluncur ke atmosfer dan hancur, namun masih bisa mengirim data ke bumi.

Planet Mirip Bumi

Dari 3.500 planet yang sekarang ada di luar tata surya, beberapa diantaranya diklaim mirip bumi. Misalnya J1407b, yakni planet berukuran bumi namun memiliki cincin 200 kali lebih besar dari Saturnus.

Kemudian tiga planet lainnya berada di zona layak huni. Sebab air bisa tetap cair di permukaannya, tidak seperti di Mars.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar