Tiga Pemuda di Medan Usung Konsep Unik Berjualan Kopi

Tiga Pemuda di Medan Usung Konsep Unik Berjualan Kopi

Penggagas Kopi Sepeda, Doni Saputra, Ade Yonanda, dan Malikul 'Asep' Yahya.

(rel/rzd)

Sabtu, 20 April 2019 | 14:46

Analisadaily (Medan) – Berangkat dari hoby berkegiatan di alam bebas dan suka ngopi, menjadikan tiga orang pemuda di Kota Medan, Doni Saputra, Ade Yonanda, dan Malikul 'Asep' Yahya, membuka usaha jualan kopi. Uniknya, jualan kopi yang diusung para pemuda ini menggunakan sepeda.

Saat ditemui Analisadaily.com, Sabtu (20/4), Doni mengatakan, usaha yang saat ini dijalankan oleh mereka diberi nama Kopi Sepeda. Ide ini berangkat dari perpaduan kesukaan minum kopi dengan hoby berkegiatan di alam bebas, seperti naik gunung.

“Idenya itu, memadukan kesukaan minum kopi dengan hoby naik gunung. Nah, lahirlah Kopi Sepeda. Latar belakang kita juga suka berkegiatan di alam bebas,” kata Doni.

Dijelaskan Doni, ide awal untuk membuka usaha jualan kopi dengan menggunakan sepeda sudah muncul sejak satu tahun lalu. Kemudian ia bersama Ade dan Asep mulai merancang konsep hingga terealisasi sekitar 3 bulan belakangan.

Sementara untuk peralatan jualan, diakui Doni banyak yang mereka gunakan alat-alat untuk camping seperti kompor dan kotak kopi. Sedangkan perlengkapan lainnya hasil kreativitas mereka sendiri, yaitu daftar menu yang tertulis di baju.

“Sembari berjualan, kami juga kumpul keuntungan untuk membeli peralatan lain,” ujarnya.

Kopi Sepeda.

Kopi Sepeda.

Doni menyebut, untuk saat ini mereka hanya berjualan di Taman Cadika, Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor. Kopi Sepeda buka saat akhir pekan, Sabtu dan Minggu, serta hari libur atau tanggal merah mulai pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Dengan kehadiran Kopi Sepeda di Taman Cadika, banyak masyarakat mengapresiasi. Bahkan, meski mereka baru buka sekitar 3 bulan, tetapi Kopi Sepeda sudah memiliki pelanggan tetap yang rutin ngopi.

“Ada sekitar 3 orang bapak-bapak. Setiap kami buka, sering mereka duduk di sini minum kopi,” sebut Doni.

Kopi Sepeda.

Kopi Sepeda.

Ade menambahkan, modal awal yang mereka keluarkan untuk memulai usaha ini tidak terlalu besar. Bermodal satu unit sepeda, mereka kemudian melengkapi peralatan sederhana untuk membuat kopi melalui teknik manual brewing.

“Kalau jenis kopi saat ini yang ada di sini adalah Mandailing, Gayo, Simalungun, dan Blue Toba. Kopi kami dapat dari petani langsung,” ucapnya.

Untuk harga dan menu, Asep mengungkapkan, kopi yang mereka jual mulai Rp 8.000 sampai Rp 15.000. Menu yang ditawarkan di Kopi Sepeda yaitu Kopi Tubruk, V60, Kopi Susu Panas/Dingin, Capucino, dan Coklat Panas.

“Saat ini kita bisa jual bisa 10 sampai 25 cup per hari. Ke depan, kita akan terus berinovasi untuk menghadirkan menu-menu baru,” ungkap Asep.

Ade Yonanda.

Ade Yonanda.

Tularkan Semangat Jaga Lingkungan

Tidak hanya sekedar berjualan dan mencari untung, ketiga pemuda yang bernaung di Kelompok Penggemar Kegiatan Penggemar Alam Bebas Sangkala ini juga sering menularkan semangat menjaga lingkungan.

Salah satunya adalah dengan mengutip sampah setelah habis berjualan. Sampah-sampah yang mereka kumpulkan tidak hanya berasal dari mereka sendiri, tetapi juga sampah yang ditinggalkan pengunjung Taman Cadika.

"Tidak hanya sampah kita sendiri, tapi sampah plastik dari pengunjung lain juga kita kutip, dan kita masukan tong sampah," ungkap Doni.

Asep dan Ade.

Asep dan Ade.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar