Seragam Sekolah Berukuran Minim Ilegal di Thailand

Penulis: Reza Perdana

Seragam Sekolah Berukuran Minim Ilegal di Thailand

(Asia One)

Rabu, 4 September 2019 | 20:43

Analisadaily - Memodifikasi seragam sekolah adalah ritual penerimaan untuk hampir setiap siswa di Singapura. Meskipun mungkin melanggar aturan sekolah, tidak ada guru atau pemeriksaan langsung dapat menghentikan.

Tetapi bagi siswa di Thailand, memiliki rok pendek atau blus ketat sekarang dapat dianggap sebagai kejahatan, seperti dilansir dari Asia One, Rabu (4/9).

Pembaruan Undang-Undang Perlindungan Anak Thailand 2003 yang diumumkan Jumat lalu (30 Agustus 2019) telah menetapkan, seragam sekolah harus dipakai secara teratur. Pakaian yang tidak senonoh juga dilarang.

Ini dimaksudkan untuk mengekang tren pakaian minim dan rok pendek di kalangan siswa perempuan, lapor Thai Examiner.com. Namun, tidak ada pedoman tentang apa yang merupakan pakaian minim.

Di bawah undang-undang tersebut, orang tua atau wali siswa yang melanggar peraturan dapat didenda hingga THB30.000 (S $ 1.360) dan bahkan menghadapi hukuman penjara.

Ini adalah pembaruan pertama untuk tindakan tersebut sejak tahun 2005. Ironisnya, kementerian pendidikan mengatakan, peraturan baru sesuai untuk memungkinkan era dan masyarakat yang lebih modern.

Langkah kementerian pendidikan Thailand untuk meningkatkan regulasi seragam sekolah terjadi pada saat negara-negara lain mengizinkan siswa lebih banyak kebebasan dan otonomi atas pakaian mereka.

Penelitian juga telah muncul menunjukkan insiden kekerasan seksual tidak ada hubungannya dengan apa yang wanita kenakan. Gagasan perempuan lebih cenderung dilecehkan secara seksual atau diserang jika mereka berpakaian minim hanyalah mitos belaka.

Namun demikian, pakaian wanita terus menjadi kebijakan yang tidak proporsional dan perjuangan melawan aturan berpakaian yang seksis dan menindas terus berlanjut.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar