Sepekan Pasca Ditemukan, Badak Sumatera Mati

Penulis: Christison Sondang Pane | Editor: Reza Perdana

Sepekan Pasca Ditemukan, Badak Sumatera Mati

Tim dokter hewan dari gabungan lembaga, termasuk Kementerian LHK, IPB dan WWF berada di kandang Badak Sumatera (Instagram Netgeoindonesia)

Kamis, 7 April 2016 | 17:22

Analisadaily - Badak Sumatera yang ditemukan pekan lalu di Hutan Kalimantan Timur, saat ini diketahui telah mati. Kabar dari Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia mengatakan, tewasnya hewan langka bernama Najag dikarenakan mengalami infeksi pada bagian kaki.

Dilansir dari Fox News, Kamis (7/4), sebelum meninggal, kondisi kesehatan badak betina tersebut kian memburuk. Kementerian lingkungan juga menyampaikan, pemeriksaan post-mortem tengah dilakukan untuk memastikan penyebab utama kematian.

Organisasi konservasi seperti World Wildlife Fund (WWF) yang tergabung dalam beberapa lembaga, termasuk Institute Pertanian Bogor (IPG) menyatakan, Badak Sumatera yang ditemukan di Kutai Barat, Kalimantan Timur itu mati karena infeksi berat akibat jeratan tali.

Kematian hewan langka ini sangat disayangkan, padahal badak yang berusia 10 tahun itu diperkirakan telah punah 40 tahun silam. Sampai sekarang, sekitar 100 Badak Sumatera masih ada di alam liar, terutama di Pulau Sumatera.

Badak-badak tersebut berada dalam ancaman, karena terjadinya perburuan liar dan hilangnya habitat asli diakibatkan pertambangan, perkebunan dan penebangan.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar