Semua Pihak Diajak Bersama-sama Tanggulangi Tuberkulosis

Semua Pihak Diajak Bersama-sama Tanggulangi Tuberkulosis

(Google)

(rel/rzd)

Selasa, 19 November 2019 | 19:37

Analisadaily (Medan) - Perkembangan Tuberkulosis (TB) masih mengkhawatirkan. TB menjadi penyebab kematian nomor 9 di dunia setelah HIV/AIDS. Saat ini Indonesia menjadi negara dengan beban TB tertinggi ketiga di dunia.

Karena itu, Duta TB Sumatera Utara (Sumut) Nawal mengingatkan semua pihak untuk sama-sama merencanakan dan mengkondisikan kebijakan penanggulangan TB di setiap kabupaten/kota. Sehingga program penanggulangan TB di Sumut terlaksana sesuai standar.

"Saya tidak menyangka TB masih ada, saya pikir sudah tidak ada," kata Nawal saat memberikan arahan pada acara monitoring dan evaluasi program TB Provinsi Sumut di Le Polonia Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Selasa (19/11).

Nawal mengatakan, saat ini di Provinsi Sumut telah memiliki Rencana Aksi Daerah (RAD) penanggulangan TB yang telah diluncurkan Gubernur Sumut, serta telah diterbitkan instruksi Gubernur terkait percepatan penanggulangan TB di kabupaten/kota dalam rangka mewujudkan Eliminasi TB tahun 2030.

"Saya berharap RAD dan instruksi Gubernur menjadi pedoman dan dasar pembentukan RAD di daerah," sebutnya.

Khusus untuk Kabupaten Karo, Asahan, Batubara, Mandailing Natal, dan Kota Padang Sidempuan, diminta segera melanjutkan pembentukan RAD. Sedangkan daerah kabupaten/kota lainnya, segera melakukan pendekatan dan berkordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait.

Duta TB Sumatera Utara (Sumut) Nawal (Ist)

Duta TB Sumatera Utara (Sumut) Nawal (Ist)

Untuk strategi atau pendekatan, Nawal berpesan pada seluruh Puskesmas melakukan investigasi, kontak/pemeriksaan, kontak TB dengan mengunjungi rumah pasien dan mengunjungi 4 rumah sekitarnya dengan minimal 20 kontak langsung melakukan skrining gejala dan faktor risiko TB.

Nawal juga menyampaikan, masih rendahnya jumlah kunjungan terduga TB di Puskesmas dan rumah sakit disebabkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang gejala awal dan penyakit TB, serta belum optimalnya promosi penanggulangan penyakit TB.

"Keterlibatan semua pihak dalam penanggulangan TB di Provinsi Sumut, serta pihak kabupaten/kota khususnya yang memiliki potensi kearifan lokal, sangat diharapkan untuk tersusunnya rencana spesifik daerah melalui RAD," harapnya.

Kepala Dinas Sumut

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit, dalam laporannya menyampaikan, secara global telah disusun program MTB Strategi yang bertujuan mengakhiri epidemi TB global. Secara nasional,  Pemerintah berkomitmen untuk mengeliminasi TB menuju Indonesia bebas TB pada 2030.

"Dalam rencana strategi nasional 2016-2020 terdapat 6 strategi untuk mencapai tujuan itu, penguatan kepemimpinan TB di kabupaten/kota, peningkatan layanan akses TB, pengendalian faktor risiko, peningkatan kemitraan forum komunikasi TB, peningkatan kemandirian masyarakat terhadap TB, dan penguatan manajemen program melalui penguatan sistem penguatan," terangnya.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar