Satelit NASA Jatuh ke Bumi

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Eka Azwin Lubis

Satelit NASA Jatuh ke Bumi

RXTE (Fox News)

Jumat, 18 Mei 2018 | 13:13

Analisadaily - Setelah lebih dari 20 tahun berada di luar angkasa, satelit NASA bernama Rossi X-ray Timing Explorer (RXTE) akhirnya jatuh ke bumi dan terbakar di atmosfer.

Satelit ini sebenarnya telah dinon-aktifkan sejak tahun 2012. RXTE dirancang untuk menyelidiki lubang hitam dan bintang neutron dalam gelombang sinar-X untuk mengungkapkan wawasan baru ke objek gravitasi.

"Mengamati fenomena X-ray dengan waktu resolusi tinggi yang tepat adalah spesialisasi RXTE," kata Jean Swank, seorang emeritus astrofisik di NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland.

"Selama RXTE dijalankan, tidak ada observatorium lain yang bisa memberikan pengukuran ini," lanjutnya, dilansir dari Fox News, Jumat (18/5).

Misi ini awalnya disebut sebagai XTE. Kemudian berganti nama pada tahun 1996 untuk menghormati Bruno Rossi, seorang astronom MIT dan pelopor astronomi sinar-X dan fisika ruang plasma yang meninggal pada tahun 1993.

RXTE memberikan informasi pengamatan ilmiah terakhirnya ke bumi pada 4 Januari 2012 dan dinon-aktifkan pada hari berikutnya. Fungsi RXTE jauh melampaui tujuan awalnya dan meninggalkan warisan ilmiah penting.

Pada tahun 1997, RXTE memberikan bukti pengamatan pertama tentang sebuah efek berdasarkan teori relativitas umum Einstein dan diprediksi 79 tahun sebelumnya oleh fisikawan Austria, Joseph Lense dan Hans Thirring.

Benda-benda besar seperti lubang hitam melengkung di dalam ruang-waktu di sekitarnya, seperti bola bowling merusak lembaran elastis yang diregangkan. Jika objek berputar, lubang hitam menangkap terus menerus ruang-waktu di dekatnya. RXTE mampu melacak osilasi X-ray cepat dari gas panas jauh di dalam akresi disk untuk menangkap perilaku relativistik.

Misi ini juga memberikan bukti adanya jenis bintang neutron baru yang dikenal sebagai magnetar. Sementara bintang neutron normal menghasilkan medan magnet hingga 10 triliun kali lebih kuat dari Bumi.

Semua data yang dikumpulkan oleh RXTE terbuka untuk umum di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan Astrofisika Astrofisika NASA Goddard.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar