Renault Masuk Daftar Perusahaan Terkena Serangan Hacker

Penulis: Reza Perdana

Renault Masuk Daftar Perusahaan Terkena Serangan Hacker

Ilustrasi (Straits Times)

Sabtu, 13 Mei 2017 | 18:27

Analisadaily - Produsen mobil Prancis, Renault, menjadi perusahaan besar terbaru yang terkena gelombang besar serangan cyber yang melanda dunia. Hal ini dikatakan manajemen perusahaan, Sabtu (13/5).

"Kami telah terpengaruh. Kami mencoba mencari solusi," kata seorang juru bicara kepada AFP, seperti dilansir dari Straits Times.

"Pekerjaan sudah berlangsung sejak tadi malam. Kami melakukan apa yang dibutuhkan untuk melawan serangan ini," tambahnya.

Juru bicara Renault juga mengatakan, atas serangan hacker ini, produksi mobil dihentikan di Slovenia setelah komputer di markas anak perusahaan Renault, Revoz, di Novo Mesto terpengaruh.

"Kami dapat memastikan pada hari Jumat, 12 Mei, beberapa masalah terjadi pada beberapa bagian sistem informasi Revoz, yang menyebabkan turunnya produksi pada malam hari," kata juru bicara tersebut.

"Tindakan proaktif telah dilakukan, termasuk penghentian sementara aktivitas industri di beberapa lokasi. Produksi tetap ditangguhkan pada hari ini, Sabtu," sebutnya.

Pabrik Renault di Sandouville, di Prancis barat laut adalah salah satu pabrik yang menghentikan produksi. Pihak perusahaan menolak untuk menyediakan daftar lengkap situs yang terkena dampak.

"Masalahnya terutama terkait dengan Prancis, di mana beberapa pabrik Renault juga menghadapi kerusakan pada bagian-bagian tertentu dari sistem informasinya," juru bicara menjelaskan.

Pabrikan tersebut adalah perusahaan Prancis pertama yang melaporkan terkena serangan ransomware cyber, yang telah menginfeksi puluhan ribu komputer di hampir 100 negara. PSA Group, rival Renault di Prancis, tidak terpengaruh.

Gelombang serangan cyber sejak hari Jumat kemarin yang mempengaruhi sejumlah negara. Hacker tampaknya mengeksploitasi kelemahan yang terpapar melalui dokumen yang bocor dari Badan Keamanan Nasional AS.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar