Orangutan Sumatera Tertua di Dunia Telah Mati

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Christison Sondang Pane

Orangutan Sumatera Tertua di Dunia Telah Mati

Puan, Orangutan tertua di dunia (Fox News)

Rabu, 20 Juni 2018 | 14:19

Analisadaily - Seorang penjaga kebun binatang di Perth, Hart, menulis penghormatan yang indah kepada orangutan Sumatera tertua di dunia, Puan, setelah kematiannya di usia 62 tahun.

Kiper Primate Martina Hart bekerja di kebun binatang Perth dan telah bersama dengan Puan selama hampir 18 tahun. Puan lahir sekitar tahun 1956. Namun, banyak yang menduga, umurnya lebih tua dari itu karena dia menghabiskan masa mudanya di hutan Sumatera.

Dia kemudian diambil dari alam liar dan ditempatkan di penangkaran Kebun Binatang Perth pada tahun 1968. Puan merupakan hadiah Sultan Johore dari Malaysia kepada Australia sebagai bentuk pertukaran hewan asli.

Pada tahun 2016, ketika Puan berulang tahun ke-60, dia mendapatkan Guinness World Records sebagai orangutan Sumatera tertua yang masih hidup di dunia.

"Rasanya tidak cukup nyata untuk mengucapkan selamat tinggal, kita semua tahu bahwa hidup itu tidak terbatas. Untuk beberapa alasan, Puan selalu membuat kita menjadi orang yang salah," tulis Hart di media sosial dilansir dari Fox News, Rabu (20/6).

“Puan adalah salah satu anggota koloni kami yang paling sulit untuk didefenisikan. Dia benar-benar memiliki tempat khusus di hati semua orang, dan warisannya cukup luar biasa,” lanjutnya.

“Puan agak penyendiri. Puan sendiri yang akan memutuskan kapan kita boleh menyentuhnya,” tambah Hart.

Puan memiliki 11 anak dan puluhan cucu. Secara keseluruhan, dia memiliki 54 keturunan. 29 ekor masih hidup di Australia, Eropa, Amerika Serikat, Singapura dan Sumatera.

"Istirahat dalam damai Puan, semoga Anda memanjat gembira di hutan-hutan langit. Terima kasih telah memberi kami warisan Anda, dan saya berjanji kami akan menjaga keluarga Anda.”

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar