Mengenal Lebih Dekat Adat dan Budaya Riau

Mengenal Lebih Dekat Adat dan Budaya Riau

Acara tepung tawar di Riau (Riauberbagi.blogspot.com)

(rzp/csp)

Selasa, 16 Juli 2019 | 11:22

Analisadaily -Membahas budaya dan adat yang dimiliki Indonesia mungkin tidak ada habisnya. Pasalnya, Indonesia memiliki ribuan pulau, masing-masing dengan budaya dan adat istiadat yang berbeda.

Keunikan sungguh terasa, dan semuanya berpadu dalam Bhineka Tunggal Ika. Mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Maluku, hingga Papua, budaya dan adatnya tidak pernah sama.

Seperti misalnya Riau, salah satu provinsi di Pulau Sumatra dengan ibu kota Pekanbaru. Pastinya, wilayah ini memiliki tradisi, budaya, adat, dan kebiasaan yang berbeda dengan wilayah lain yang ada di Pulau Sumatra. Banyak yang belum tahu, adat dan budaya Riau yang masih bisa Anda jumpai hingga kini.

Tepuk Tepung Tawar

Pertama, mari berkenalan dengan tradisi Tepuk Tepung Tawar. Konon, tradisi ini berasal dari Melayu yang masih dilestarikan hingga kini. Berdasarkan cerita masyarakat, Tepuk Tepung Tawar diambil dari ritual agama Hindu dengan tujuan untuk memberikan doa restu. Tak heran jika tradisi ini selalu ada di perayaan penting seperti pernikahan, khitan, hingga melahirkan.

Para sesepuh percaya bahwa tradisi Tepuk Tepung Tawar mampu menolak segala hal buruk dan berbahaya, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas segala niatan yang telah tercapai. Sebelum dilaksanakan, terlebih dahulu disiapkan perlengkapan Pedupaan, Ramuan Rinjisan, juga Ramuan Penabur.

Merisik

Di wilayah Riau, merisik menjadi salah satu tradisi yang biasanya digelar pada upacara pernikahan. Tujuannya adalah untuk mengetahui latar belakang calon pengantin yang dilakukan oleh pihak pria.

Kabarnya, tradisi ini dilakukan atas dasar batasan pergaulan antara pria dan wanita oleh unsur adat, berbeda dengan pergaulan masa kini yang cenderung lebih terbuka dan bebas. Biasanya, Merisik dilakukan oleh orang tua pria atau orang terpercaya untuk mencari informasi tentang wanita yang ingin dipinang.

Batobo

Masyarakat Riau juga menggelar Batobo, atau gotong royong dalam pengerjaan sawah, ladang, kebun, atau lainnya. Salah satu suku di Riau yang masih melestarikan budaya Batobo ini adalah Suku Ocu. Selain mempererat kebersamaan dan rasa gotong royong, Batobo juga berfungsi untuk meringankan beban pekerjaan para petani. Jika dikerjakan bersama, pekerjaan tersebut akan lebih cepat selesai.

Menyemah Laut

Jika Batobo dilakukan untuk meringankan beban kerja para petani dalam menggarap sawah, ladang, maupun kebun, Menyemah Laut dilakukan oleh masyarakat Riau dengan tujuan untuk pelestarian laut berikut apa yang ada di dalamnya.

Fungsi tidak lain dan tidak bukan adalah agar selalu memberikan manfaat untuk kehidupan. Ritual ini biasanya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di daerah laut dengan pekerjaan utama sebagai nelayan.

Balimau Kasai

Bulan Ramadan memang bulan penuh berkah. Tak heran jika di setiap daerah punya cara sendiri untuk menyambutnya, seperti Balimau Kasai yang dilakukan oleh masyarakat Kampar di Riau.

Waktu pelaksanaannya adalah satu hari sebelum Ramadan tiba, dengan tujuan mengungkapkan rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk berjumpa kembali dengan bulan Ramadan. Namun, ada pula yang beranggapan bahwa Balimau Kasai adalah simbol dari pembersihan dan penyucian diri.

Penasaran ingin melihat langsung semua tradisi yang dimiliki Riau? Coba cek, apakah Anda bisa membeli tiket pesawat murahke Riau pada pekan perayaan tersebut. Pakai aplikasi Airy, karena Anda bisa dengan mudah melakukan pemesanan, perubahan jadwal, hingga refund. Ada banyak sekali maskapai yang melayani rute menuju Riau, salah satunya adalah Citilink.

Anda bisa membeli langsung tiket Citilinksupaya tidak kehabisan. Jangan khawatir, semua transaksi Anda dijamin aman, kok.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar