Leonardo da Vinci Itu Jenius atau Rendah Hati?

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Lely Novita

Leonardo da Vinci Itu Jenius atau Rendah Hati?

Leonardo Da Vinci (Biography)

Kamis, 11 Februari 2016 | 10:18

Analisadaily - Di abad ke-19, Leonardo da Vinci dikenal sebagai seniman besar. Dia telah memberikan lukisan paling terkenal, Mona Lisa. Pada abad ke-20, dia menjadi arsitek dan menemukan sesuatu yang mengubah masa depannya hingga saat ini.

Beberapa penemuannya adalah sketsa pensil dari parasut, sketsa kapal selam dan helikopter empat abad sebelum semua alat-alat transportasi ini menjadi kenyataan. Seluruh karya Leonardo diabadikan di museum. Beberapa bulan belakangan, seluruh sketsanya berubah menjadi model tiga dimensi.

Sketsa leonardo da Vinci yang dibuat menjadi tiga dimensi (Telegraph)

Sketsa leonardo da Vinci yang dibuat menjadi tiga dimensi (Telegraph)

Dari sini, kita mendapatkan wawasan baru. Kita bisa lebih masuk ke dalam pikiran Leonardo selama ini. Dari sini pula kita bertanya-tanya, sebenarnya Leonardo memiliki sifat yang jenius atau justru seorang pria yang rendah hati.

Leonardo da Vinci, seorang mekanika meneliti dalam konteks dunia, bukan melihatnya melalui prisma budaya modern. Tantangannya, bagaimana caranya dia membuat jadi kenyataan. Setidaknya bagi para penerusnya nanti.

Peneliti telah memuji kebajikan dari lukisannya selama berabad-abad. Mulai dari bagaimana Leonardo lebih fokus pada lembutnya sfumato Mona Lisa yang dibuat sebagai jamuan terakhir di ruang makan biara Santa Maria delle Grazie di Milan.

Monalisa (Wikipedia)

Lukisan Mona Lisa (Wikipedia)

Leonardo tidak hanya melukis karena bakatnya. Dia melukis untuk memberikan ilmu pada orang-orang di masa depan. Leonardo menjadi pelukis yang mempengaruhi dunia modern. Kontribusinya disebut Maniera Moderna (gaya modern).

Tujuan Leonardo adalah untuk mereproduksi realitas dengan cara yang paling rinci, daripada menghadirkan lukisan yang sempurna dan ideal, seperti Michelangelo. Apakah dia seorang penemu besar? Sekali lagi, jawabannya tidak mudah.

Banyak sketsa dari perangkat yang dibuatnya menjadi kenyataan di masa depan. Dia hadir sebagai revolusi Renaissance. Selama hidupnya Leonardo mungkin hanya melihat satu sketsanya menjadi kenyataan, yakni mesin meteran air yang telah dibangun oleh seorang tukang air pada tahun 1510.

Selebihnya, tercipta setelah Leonardo meninggal. Dilaporkan dari Telegraph, Kamis (11/2), Leonardo hanya memiliki konsepsi terbatas dari ide-ide seperti sketsa. Dia tidak memiliki sarana, misalnya tukang kayu, pengecor dan sebagainya untuk membuat ide-idenya menjadi nyata.

Leonardo tidak mempublikasikan karyanya dan sebagian besar gambarnya tetap tersembunyi di buku harian. Alasan kita sekarang menganggap dia sebagai seorang penemu dapat ditelusuri kembali pada Perang Dunia Kedua ketika diktator fasis Benito Mussolini menunjukkan dominasi bersejarah Italia atas ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Gambar Leonardo dan mesin masa depan telah tersembunyi selama 200 tahun setelah kematiannya dan hanya ditanggapi serius oleh para sarjana pada akhir abad ke-19.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar