Kehancuran Michael Jackson Karena Tuduhan yang Tak Benar

Penulis: Eka Azwin Lubis

Kehancuran Michael Jackson Karena Tuduhan yang Tak Benar

Michael Jackson (Mirror)

Minggu, 15 September 2019 | 20:58

Analisadaily - Mantan pengawal Michael Jackson, Matt Fiddes, mengungkapkan perjuangan bosnya untuk bangkit setelah menghadapi tuduhan sebagai seorang pedofil.

Fiddes yang kini mengelola sekolah seni bela diri mengatakan, Jacko tidak bisa pulih seperti semula setelah menyeruaknya kasus Gavin Arvizo tahun 2005.

Selain itu Fiddes juga membantah tuduhan terhadap Michael Jackson yang dikemas dalam Film Leaving Neverland.

Matt Fiddes (Mirror)

Matt Fiddes (Mirror)

Menurutnya Jackson sengaja dibuat 'berantakan' oleh tuduhan-tuduhan bahwa dirinya adalah seorang pedofil.

King of Pop menghembuskan napas terakhirnya akibat overdosis setelah minum obat penenang Juni 2009, atau hanya beberapa pekan sebelum ia menggelar konser akbar di O2 Arena, London.

Jackson akhirnya dinyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan terhadap dirinya. Namun Fiddes mengatakan jiwanya sudah kadung terguncang.

"Sudah jelas setelah vonis dia tidak pernah bisa mengklik jari-jarinya dan kembali seperti Michael Jackson lagi," kata Fiddes, dilansir dari Mirror, Minggu (15/9).

"Dia seperti mayat berjalan. Makan dan tidur penuh ketakutan, dia benar-benar berantakan," ungkapnya.

Fiddes yang bekerja dengan Jackson selama 10 tahun, mengatakan bahwa dirinya salah satu dari sedikit orang di dunia yang mengetahui kebenaran tentang penyanyi kelahiran 1958 itu.

Menurutnya Jackson mulai membaik setelah persidangan tahun 2005. Namun kemudian dia mulai paranoid dan takut seseorang di luar akan menangkapnya.

Michael

Michael Jackson dan Matt Fiddes (Mirror)

"Dia takut dibunuh di atas panggung. Dia pernah membuat saran konyol untuk mengenakan rompi anti peluru saat tampil," jelas Fiddes.

"Kami berbicara dengannya dan berkata bahwa publik mencintaimu, kamu tidak memiliki masalah. Aku akan selalu disini untukmu dengan memastikan keamananmu," tukasnya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar