Jackie Chan Berharap Hong Kong Kembali Damai

Penulis: Reza Perdana

Jackie Chan Berharap Hong Kong Kembali Damai

Jackie Chan (Daily Mail)

Senin, 19 Agustus 2019 | 13:10

Analisadaily - Legenda seni bela diri, Jackie Chan, berharap Hong Kong dapat segera kembali ke perdamaian. Bintang Drunken Master menilai, peristiwa baru-baru ini di Hong Kong menyedihkan.

Dilansir dari Asia One, Senin (19/8), hal itu dikatakan Jackie Chan dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi pemerintah, CGTN, beberapa waktu lalu.

"Ketika saya melihat di Weibo bahwa CCTV telah menunjukkan Bendera Merah Berbintang Lima memiliki 1,4 miliar penjaga bendera, saya segera datang ke sini," kata Chan.

"Di sisi lain, saya ingin mengungkapkan prinsip-prinsip patriotisme yang paling dasar sebagai warga negara Hong Kong dan Tionghoa. Saya adalah penjaga bendera nasional. Selanjutnya, saya ingin pergi ke acara ini untuk mewakili suara semua orang."

Aktor kelahiran Hong Kong ini dipuja di seluruh dunia untuk film-film kung fu yang terkenal seperti seri Rush Hour, tetapi pandangan loyalis Beijing dan pemberhentiannya terhadap gerakan demokrasi tidak membuatnya disayangi oleh para pemrotes.

Pria 65 tahun itu adalah anggota Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China. Badan penasehat legislatif di Beijing sebagian besar terdiri dari anggota Partai Komunis Tiongkok.

"Saya telah mengunjungi banyak negara, dan saya dapat mengatakan, negara kita telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Saya merasa bangga menjadi orang Tionghoa ke mana pun saya pergi, dan Bendera Merah Berbintang Lima dihormati di mana-mana di seluruh dunia," ucap Chan.

"Saya juga sangat merasakan bahwa keamanan, stabilitas, dan kedamaian seperti udara segar, Anda tidak pernah tahu betapa berharganya sampai Anda kehilangannya."

"Hong Kong dan China adalah tempat kelahiran saya dan rumah saya. China adalah negara saya, saya mencintai negara saya, saya mencintai rumah saya. Saya berharap Hong Kong dapat segera kembali ke perdamaian."

Komentar Chan mendapat respons negatif dari pengguna media sosial Hong Kong. Mereka marah membalas tweet oleh CGTN yang berisi klip video wawancara.

"Hong Kong membencimu," tulis akun Twitter pro-demokrasi Hong Kong World City.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar