Internet Antar Planet Sudah Aktif

Penulis: Elfa | Editor: Eka Azwin Lubis

Internet Antar Planet Sudah Aktif

Ilustrasi (Fox News)

Minggu, 3 Desember 2017 | 11:26

Analisadaily - NASA sedang mengembangkan internet antar planet yang berfungsi membuat semua orang di luar angkasa bisa menikmati konektivitas internet untuk berkomunikasi ke bumi.

Di luar angkasa, jaringan komunikasi nirkabel sangat penting. Jaringan komunikasi berfungsi sebagai tether virtual, menjaga astronot dan pesawat ruang angkasa tidak bersentuhan satu sama lain atau bersentuhan dengan bumi.

Kegagalan jaringan bisa berakibat fatal. Sejauh ini, orang yang berada di luar angkasa bisa secara langsung berkomunikasi dengan penduduk bumi hanya melalui satu relay tunggal, seperti satelit yang diorbitkan. Banyaknya gangguan satelit di luar angkasa membuat komunikasi ke bumi tidak begitu bagus seperti kita berkomunikasi di bumi.

Menurut NASA, jaringan tradisional memerlukan jalur end-to-end untuk mentransmisikan data sebelum sampai ke bumi. Sebagai alternatif, setiap node dalam jaringan dapat menyimpan sementara data yang melewatinya dan menunggu saat terbaik untuk menyampaikan data tersebut.

Sistem seperti ini disebut Disruption-Tolerant Networking (DTN) yang memungkinkan terjadinya gangguan kecil dalam konektivitas tanpa kehilangan informasi. Sulitnya lagi, informasi dari luar angkasa hanya mengirimkan sisa kumpulan data setelah terkoneksi kembali.

Meski tidak hilang, membutuhkan waktu lama untuk menerima secara keseluruhan informasi tersebut. Akibat masalah inilah NASA merancang internet antar planet. Sekarang penelitian mereka tentang internet antar planet telah berhasil.

Perwakilan NASA mengambil foto selfie di Stasiun McMurdo National Science Foundation di Antartika. Foto ini dikirim melalui perangkat lunak DTN di ponsel dan mengirimkan data tersebut ke Stasiun White Sands Complex NASA di New Mexico melalui sistem Tracking dan Data Relay Satellite.

Begitu data dikirim ke stasiun luar angkasa, data tersebut diarahkan ke payload demonstrasi Telescience Resource Kit (TReK). Kemudian data itu mengekstrak foto tersebut untuk dilihat para astronot. Tidak seperti koneksi IP komputer-ke-komputer yang familiar, jaringan ini toleran terhadap gangguan dan dapat mengakomodasi gangguan sementara.

"Antartika adalah analog yang sangat baik untuk operasi ruang angkasa," kata Patrick Smith, manajer pengembangan teknologi dengan Program Antartika AS, dilansir dari Fox News, Minggu (3/12).

"Peneliti melakukan investigasi ilmiah yang penting, beroperasi dalam kondisi ekstrem dengan infrastruktur minimal. Jadi tidak mengherankan jika kita menggunakan teknologi antariksa NASA untuk memajukan ilmu pengetahuan di Antartika. Teknologi ini juga bisa diaplikasikan di zona bencana ketika konektivitas seringkali terbatas," lanjutnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar