Ilmuwan Kembangkan Teleskop Raksasa untuk Mengetahui Rahasia Alam Semesta

Penulis: Reza Perdana

Ilmuwan Kembangkan Teleskop Raksasa untuk Mengetahui Rahasia Alam Semesta

Teleskop raksasa (Int/Asia One)

Minggu, 10 September 2017 | 17:30

Analisadaily - Banyak orang memiliki keinginan untuk melihat keadaan luar angkasa dan mencari asal usul alam semesta. Tapi sedikit yang beruntung seperti Li Di, yang bisa memenuhi keinginan itu sebagai wakil kepala insinyur.

Dilansir dari Asia One, Minggu (10/9), Li sedang mengerjakan proyek teleskop Spektrum Bulat 500-meter raksasa China, yang juga dikenal sebagai FAST, yang merupakan teleskop radio terbesar di dunia.

Terletak di lembah yang jauh di provinsi Guizhou, China barat daya, FAST memiliki reflektor setinggi 30 lapangan sepak bola. Proyek dibangun untuk mencari gelombang gravitasi, mendeteksi emisi radio dari bintang dan galaksi, dan mencari tanda-tanda kehidupan di luar angkasa.

"FAST adalah kesempatan sekali dalam seumur hidup. Saya tidak bisa melewatkannya," kata Li dalam sebuah wawancara dengan Science and Technology Daily.

Dia memutuskan untuk kembali ke China pada tahun 2012, terlepas dari prestasinya di Amerika Serikat, di mana dia memenangkan penghargaan tim yang luar biasa di National Aeronautics and Space Administration, atau NASA, atas kontribusinya kepada Herschel Space Observatory.

"Semakin besar teleskop, semakin baik CE FAST sangat besar tapi juga memiliki akurasi yang tinggi, yang dapat membantu kita melihat lebih jauh. Proyek ini sesuai dengan minat akademis dan latar belakang teknologi saya," ucap Li.

FAST berdiameter 500 meter dan terdiri dari 4.450 panel. Ini melampaui Observatorium Arecibo milik Puerto Riko, yang berdiameter 305 meter. Ini 10 kali lebih sensitif daripada teleskop sepanjang 100 meter yang dekat Bonn, Jerman.

Proyek tersebut memiliki biaya investasi 1,2 miliar yuan ($ 196 juta), selesai pada bulan September 2016. Proyek ini dalam proses debug, sebuah proses yang memerlukan waktu setidaknya dua sampai tiga tahun, sesuai dengan praktik internasional.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar