Hanya Akan Ada Dua Badak Sumatera Di Sabah

Penulis: Reza Perdana

Hanya Akan Ada Dua Badak Sumatera Di Sabah

Puntung, satu dari tiga badak sumatera yang saat ini berada di Sabah, Malaysia.

Kamis, 8 Juni 2017 | 08:32

Analisadaily - Hanya akan ada dua badak Sumatera yang tersisa di Sabah, Malaysia, saat yang ketiga akan mati pada bulan depan. Badak malang ini bernama Puntung, yang baru-baru ini menjalani operasi gigi.

Puntung saat ini dalam kondisi sekarat karena karsinoma sel skuamosa (SCC), suatu bentuk kanker yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol di lapisan atas kulit.

Direktur Departemen Margasatwa Sabah, Agustinus Tuuga mengatakan, Puntung yang saat ini menerima perawatan paliatif, diperkirakan akan menjalani euthanised pada 15 Juni.

"Kami pikir telah menyelamatkannya dari infeksi gigi yang mengancam nyawanya beberapa bulan yang lalu," kata Agustinus, seperti dilansir dari Asia One, Kamis (8/6).

"Tapi ternyata pembengkakan di pipi kiri Puntung yang mengingatkan kita pada akar gigi yang terinfeksi memiliki asal yang lebih serius."

Setelah pembengkakan di pipinya tumbuh pasca operasi, dua biopsi berikutnya menunjukkan bahwa Puntung menderita SCC, yang telah menyebar dengan cepat selama beberapa minggu terakhir.

"Sampai sekarang, Puntung tidak bisa lagi bernafas melalui lubang hidung sebelah kirinya. Dia tidak bisa lagi vokal, kesakitan, dan kondisinya semakin cepat."

"Selain mengelola obat penghilang rasa sakit, tidak ada lagi yang bisa dilakukan," sebutnya, sembari mengungkapkan spesialis dari beberapa negara mengatakan hasilnya akan berakibat fatal, dengan atau tanpa perawatan.

"Mengotorisasi euthanasia adalah salah satu keputusan paling sulit untuk dibuat, tapi ini adalah pilihan terbaik untuk hewan yang menderita," tambahnya.

Dokter hewan saat ini sedang melakukan persiapan untuk memulihkan telur matang dari indung telur Puntung, sehingga program pemuliaan buatan dapat dilakukan.

Mereka yang telah terlibat dalam perawatan Puntung, terutama Aliansi Rhino Borneo (Bora) dan Yayasan Sime Darby, sangat terpukul oleh berita tersebut.

Direktur eksekutif Bora, Dr John Payne mengatakan, pihaknya menerima pendapat para ahli bahwa segala bentuk pengobatan konvensional hanya akan memperpanjang penderitaan Puntung.

Payne mengucapkan terima kasih atas semua yang terlibat dalam pemantauan Puntung di alam bebas sejak 2007, juga untuk perawatannya sejak dia ditangkap dan translokasi pada tahun 2011.

Populasi badak sumatera dari Sabah terdiri dari seekor jantan bernama Tam, dan dua betina, Puntung dan Iman. Upaya sebelumnya untuk mengajak Puntung dan Iman untuk kawin dengan Tam tidak berhasil, karena rahim kedua badak betina itu dilapisi dengan kista.

Hewan itu sudah dianggap punah di alam bebas, meski sisa populasi ada yang masih hidup, yang diperkirakan hanya beberapa lusin, diyakini masih berkeliaran di sisi Kalimantan di Indonesia.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar