Global Warming Berisiko Tingkatkan Sungai Banjir

Penulis: Elfa | Editor: Reza Perdana

Global Warming Berisiko Tingkatkan Sungai Banjir

Banjir terjadi di Sungai Rhein, Sungai terpanjang di Eropa (Fox News)

Sabtu, 13 Januari 2018 | 13:47

Analisadaily - Pemanasan global akan meningkatkan risiko banjir pada sungai dalam beberapa dekade mendatang. Artinya, hal ini berisiko membuat jutaan orang terkena dampaknya di seluruh dunia.

Peneliti di Jerman telah meneliti dampak perubahan pola curah hujan menurut wilayah dan menemukan pertahanan banjir perlu ditingkatkan terutama di Amerika Serikat, India, Afrika, Indonesia dan Eropa Tengah.

Banjir sungai sudah menjadi salah satu bentuk bencana alam yang paling meluas dan merusak di seluruh dunia. Langkah-langkah perlindungan tambahan termasuk meningkatkan tanggul, pengelolaan sungai yang lebih baik, memperbaiki standar bangunan dan permukiman di dekat sungai harus diwaspadai.

Menurut Potsdam Institute for Climate Impact Research, jumlah orang yang terkena dampak terburuk banjir sungai akan berlipat ganda dari 76 juta menjadi 156 juta di Asia pada tahun 2040. Di Amerika Utara, jumlah orang yang berisiko meningkat sepuluh kali lipat, dari 100.000 menjadi satu juta.

"Jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi lagi di masa depan, karena pertumbuhan penduduk dan urbanisasi lebih lanjut tidak diperhitungkan," kata salah satu peneliti, Anders Levermann, seperti laporan dari Fox News, Sabtu (13/01).

Periset mengatakan, bahkan di negara maju dengan infrastruktur yang baik, banjir sungai masih sangat berisiko. Pengaruh terbesar dari meningkatnya banjir pada sungai karena kegagalan untuk menjaga pemanasan global di bawah 2 derajat Celsius (3.7 Fahrenheit).

"Waktunya telah tiba, dimana kita harus mengurangi perubahan iklim yang disertai dengan adaptasi terhadap perubahan iklim yang telah kita timbulkan," tambahnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar