Film ‘The Hunt’ Batal Dirilis Setelah Menuai Kritik

Penulis: Christison Sondang Pane

Film ‘The Hunt’ Batal Dirilis Setelah Menuai Kritik

Salah satu adegan dalam film 'The Hunt' (Universal Pictures/The Guardian)

Minggu, 11 Agustus 2019 | 13:24

Analisadaily - Universal Pictures membatalkan perilisan ‘The Hunt’, sebuah film thriller satir tentang sekelompok orang Amerika yang ditangkap, diburu dan dibunuh, menyusul kecaman nyata dari Presiden AS, Donald Trump, sabtu (10/8).

Divisi Comcast Corp menahan pemasaran film, dijadwalkan untuk rilis pada 27 September 2019, setelah penembakan di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio, pekan lalu. Tidak ada alasan untuk pembatalan. Perwakilan Universal Pictures tidak mengembalikan email yang mencari komentar.

"Kami mendukung pembuat film kami dan akan terus mendistribusikan film dalam kemitraan dengan pencipta yang berani dan visioner, seperti yang terkait dengan film thriller sosial satir ini, tetapi kami memahami bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk merilis film ini," kata Universal dalam sebuah pernyataan dilansir dari Reuters, Minggu (11/8).

Trump, menulis di Twitter pada hari Jumat, mengkritik ‘Hollywood liberal’ dan film yang tidak disebutkan namanya dengan rilis yang tertunda.

"Film yang keluar dibuat untuk mengobarkan dan menyebabkan kekacauan," tweet Trump.

Trailer yang dirilis online untuk film ini menggambarkan sekelompok penjahat kaya yang mengatur perburuan terbuka dari beberapa orang Amerika yang ditahan atas kehendak mereka.

Film ini berasal dari Blumhouse Productions, yang telah menghasilkan sejumlah film horor populer seperti ‘The Purge’ dan ‘Get Out’.

Perwakilan Blumhouse tidak segera menanggapi panggilan pada hari Sabtu. The Hollywood Reporter, mengutip rincian dalam skenario film, melaporkan awal pekan ini, karakter pada satu titik menyebut orang-orang yang diburu ‘tercela.

Pada 2016, calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mengatakan setengah dari pendukung saingannya dari Partai Republik, Trump, termasuk dalam ‘sekumpulan orang-orang yang tercela’ dari orang-orang yang rasis, homofobia, seksis, xenofobik atau Islamofobik.

Sejak itu, beberapa pendukung Trump telah menggunakan istilah "menyedihkan" sebagai lencana kehormatan.

Trailer untuk ‘The Hunt’ yang menampilkan penggunaan senjata api dalam jumlah besar, beredar online dalam laporan media ketika Amerika Serikat berurusan dengan sejumlah penembakan massal, termasuk di El Paso di mana 22 orang, banyak dari mereka Hispanik, terbunuh.

Pria bersenjata yang dituduh di El Paso mengaku ketika menyerah dan mengatakan kepada polisi bahwa dia menargetkan ‘orang Meksiko’ menurut pernyataan tertulis polisi yang dirilis pada hari Jumat.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar