Fakta dan Mitos Tentang Penyakit Jantung

Penulis: Reza Perdana

Fakta dan Mitos Tentang Penyakit Jantung

Ilustrasi (Pixabay)

Selasa, 5 November 2019 | 22:47

Analisadaily – Jantung adalah salah satu organ terpenting di tubuh, memompa darah ke seluruh tubuh dan membantu dalam mengangkut oksigen dan nutrisi ke jaringan serta menghilangkan karbon dioksida dan limbah lainnya.

Karena itu, merawat jantung sangat penting. Anda perlu mewaspadai kesalahpahaman tentang jantung, sehingga Anda tahu cara menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit jantung terjadi.

Dilansir dari Boldsky, Selasa (5/11), berikut fakta dan mitos umum tentang penyakit jantung:

1. Mitos: Wanita muda tidak memiliki risiko penyakit jantung.

Fakta: Menurut American Heart Association, penyakit jantung memengaruhi wanita dari semua kelompok umur, terutama wanita lebih muda yang menggunakan pil KB dan merokok meningkatkan risiko mereka sebesar 20%.

Selain itu, jika Anda menjalani gaya hidup yang tidak aktif, dapat menyebabkan penumpukan plak dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di kemudian hari.

2. Mitos: Penyakit jantung lebih umum di antara pria daripada wanita.

Fakta: Wanita lebih mungkin terkena penyakit jantung daripada pria, menurut American Heart Association. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada wanita di atas usia 65 tahun.

National Institute on Aging melaporkan, orang yang berusia di atas 65 dan lebih tua berada pada peningkatan risiko serangan jantung, stroke, atau penyakit jantung.

3. Mitos: Diabetes tidak akan menyebabkan penyakit jantung jika Anda menggunakan obat diabetes.

Fakta: Memiliki obat diabetes mengurangi kadar gula darah dan mencegah komplikasi seperti kehilangan penglihatan, kerusakan saraf, penyakit ginjal, dan lain-lain.

Namun, kadar gula darah yang berkurang memiliki lebih sedikit efek pada pembuluh darah besar yang menjadi meradang dan sakit, meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Mitos: Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung keluarga, Anda tidak dapat melakukan apa pun untuk mencegah penyakit tersebut.

Fakta: Meskipun orang-orang dengan riwayat keluarga dengan penyakit jantung berada pada risiko yang meningkat, Anda dapat mengambil beberapa langkah untuk menurunkan risiko sampai batas tertentu.

Hal itu termasuk terlibat dalam aktivitas fisik, makan makanan yang menyehatkan jantung, mengendalikan kolesterol, mengelola tekanan darah, menghindari merokok dan menjaga berat badan yang sehat.

5. Mitos: Jika Anda berhenti merokok, Anda tidak dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Fakta: Saat Anda berhenti merokok, tubuh Anda mulai berfungsi dengan baik. Menurut Harvard Health, hanya 1 tahun setelah berhenti merokok, risiko serangan jantung akan turun hingga 50 persen.

6. Mitos: Penyakit jantung bisa dikurangi dengan asupan vitamin dan suplemen.

Fakta: Tidak jelas apakah mengonsumsi vitamin dan suplemen mengurangi risiko penyakit jantung. Tetapi diketahui fakta bahwa penyakit jantung hanya dapat dicegah jika Anda beralih ke gaya hidup yang lebih baik seperti tidak merokok, diet sehat, dan tetap aktif secara fisik.

The American Heart Association melaporkan, tidak ada bukti ilmiah untuk membenarkan penggunaan vitamin dan suplemen untuk mencegah penyakit jantung.

7. Mitos: Wanita aktif tidak terkena penyakit jantung.

Fakta: Tetap aktif secara fisik tidak menurunkan risiko penyakit jantung. Wanita yang berolahraga secara teratur dapat memiliki faktor risiko lain yang menyebabkan penyakit jantung seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, merokok, dan obesitas menurut Yayasan Jantung.

8. Mitos: Jika Anda memiliki penyakit jantung, Anda harus makan sesedikit mungkin lemak.

Fakta: Diet rendah lemak jenuh direkomendasikan untuk penderita penyakit jantung, namun, lemak tak jenuh yang ditemukan dalam makanan seperti ikan berlemak, zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan minyak nabati bermanfaat bagi jantung.

Faktanya, mengonsumsi ikan dua kali seminggu menurunkan risiko penyakit jantung.

9. Mitos: Jika Anda tidak memiliki gejala, Anda tidak menderita penyakit jantung.

Fakta: Menurut American Heart Association, 64 persen wanita yang meninggal mendadak karena penyakit jantung tidak memiliki gejala sebelumnya karena fakta bahwa tanda-tandanya sangat berbeda antara pria dan wanita.

Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara teratur untuk memastikan Anda tidak memiliki masalah kesehatan terkait jantung.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar