Dua Pendaki Meninggal di Puncak Everest

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Eka Azwin Lubis

Dua Pendaki Meninggal di Puncak Everest

Gunung Everest (Huffingtonpost)

Senin, 23 Mei 2016 | 08:32

Analisadaily - Dua pendaki Gunung Everest meninggal dunia, Sabtu (21/5) dan Minggu (22/5) kemarin, setelah mencapai puncak.

Kedua pendaki asal Belanda dan Australia itu meninggal dalam perjalanan turun. Penyebab kematian keduanya, diyakini karena mengidap penyakit ketinggian.

Eric Arnold (35) asal Belanda, sudah sejak lama bermimpi agar bisa mencapai puncak Everest. Arnold sempat merasa lemah dan mengalami peradangan akibat kedinginan ketika mendaki. Dia bahkan mengatakan, tidak memiliki tenaga untuk melanjutkan perjalanan.

Tahun ini menjadi kali kelima baginya untuk mencoba mencapai puncak Gunung Everest. Tahun sebelumnya, Arnold pernah nyaris mencapai puncak, namun gagal karena bencana alam. Dia bahkan hampir tewas akibat gempa.

Sehari setelah kematian Arnold, Dr. Maria Strydom dari Melbourne, Australia, juga meninggal dunia saat turun dari Camp IV ke III. Sama seperti Arnold, Maria juga menderita penyakit ketinggian.

Maria merupakan seorang dosen di Universitas Monash, Strydom. Dia meninggal di sisi suaminya yang sama-sama menyimpan hasrat bisa mendaki tujuh puncak tertinggi dari tujuh benua.

"Maria adalah anggota yang dihargai dan cukup populer di departemen perbankan dan keuangan di Universitas Monash. Lebih dari itu, dia adalah sosok yang disukai banyak orang dan selalu menjadi panutan," kata rekannya, Philip Gray.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar