Dua Hari Tanpa Okisgen di Gua Bawah laut

Penulis: Elfa | Editor: Reza Perdana

Dua Hari Tanpa Okisgen di Gua Bawah laut

Xisco Gracia terjebak selama dua hari di gua bawah laut (BBC)

Senin, 17 Juli 2017 | 11:56

Analisadaily - Tiga bulan yang lalu, Xisco Gracia mengalami pengalaman terburuk selama hidupnya. Penyelam sekaligus guru geologi tersebut terkurung di gua bawah laut selama dua hari tanpa oksigen.

Dia hanya bergantung pada kantong udara untuk bertahan hidup. Kejadian mengerikan ini bermula saat Xisco Gràcia ingin menyelam ke Mallorca sebagai aktivitas rutinnya.

"Mallorca jauh lebih indah di bawah tanah daripada di atas tanah. Itulah sebabnya mengapa saya tertarik pada Mallorca," katanya, seperti dilansir dari BBC, Senin (17/7).

Gracia tidak sendiri. Dia bersama teman menyelamnya, Guillem Mascaró. Di Mallorca, ada sebuah bawah laut bernama Sa Piqueta. Letaknya 1 km dari pintu masuk. Mereka berenang di bawah air selama satu jam untuk sampai ke sana.

Sementara Gràcia menghabiskan waktu mengumpulkan sampel batuan, Mascaró berenang jauh ke dalam. Tak lama mereka menyelam lebih dalam ke ruangan gua, terlihat lumpur menutupi pemandangan.

Alat yang mereka gunakan rusak. Mereka terus berenang hingga menemukan sebuah ruang gua dengan karbon dioksida yang tinggi. Tabung oksigen yang tidak rusak hanya cukup untuk satu orang. Keduanya membuat keputusan. Mascaró harus berenang keluar dengan oksigen tersedia, sedangkan Gracia menunggu di dalam gua.

"Saya memutuskan untuk tetap tinggal dan Mascaró akan mencari pertolongan. dia lebih kurus daripada saya dan tidak membutuhkan udara terlalu banyak untuk bernapas. Saya juga lebih berpengalaman dalam menghirup udara gua, yang memiliki tingkat karbon dioksida lebih tinggi," kata Gràcia.

"Guillem enggan meninggalkanku sendirian, tapi kami tahu itu satu-satunya kesempatan kami untuk tetap selamat," tambahnya.

Begitu Mascaró pergi, Gràcia melepas sebagian besar peralatannya dan menjelajahi ruangan gua. Panjangnya sekitar 80m (260ft) dan lebar 20m, dengan jarak antara 12m antara air dan langit-langit. Dia menyadari air di permukaan laut bisa diminum. Dia juga menemukan sebuah batu datar yang besar. Di sana, Gracia beristirahat. Gràcia hanya memiliki satu penerangan dan satunya tinggal memiliki daya sedikit.

"Saya hanya menyalakannya saat saya buang air kecil atau turun untuk mendapatkan air bersih. Saya bertanya pada diri sendiri mengapa hal ini terjadi setelah bertahun-tahun menyelam. Saya berharap selama tujuh atau delapan jam pertama karena saya pikir Mascaro akan berhasil."

"Seiring waktu berlalu, saya mulai kehilangan harapan. Saya berpikir, Mascaro telah tersesat dan meninggal. Pada akhirnya, tidak ada yang tahu saya di bawah sini."

"Saya memiliki dua anak, anak laki-laki berusia 15 tahun dan anak perempuan usia sembilan tahun. Saya memikirkan bagaimana mereka terlalu muda saat kehilangan ayah mereka dan apa yang akan terjadi pada mereka."

Gracia sempat mengalami sesak nafas dan sakit kepala karena kekurangan oksigen, karena dia harus menghirup karbon dioksida setinggi 5 persen dibandingkan di daratan yang pada umumnya hanya 0,04 persen. Dia juga mengalami halusinasi.

Halusinasi demi halusinasi dialaminya selama dua hari. Hingga, Bernat Clamor, seorang teman lama, datang menyelamatkan Gracia. Clamor menjelaskan, usaha penyelamatan terhambat karena visibilitas yang buruk.

"Mimpi buruk belum berakhir. Butuh delapan jam lagi untuk mengeluarkanku dari gua itu," kata Gràcia.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar