Di Jepang Bisa Sewa Pria untuk Hapus Air Mata

Penulis: Ria Situmorang | Editor: Reza Perdana

Di Jepang Bisa Sewa Pria untuk Hapus Air Mata

ilustrasi (Quartz)

Senin, 21 September 2015 | 21:30

Analisadaily - Terkadang jika Anda sedang bersedih ada kalanya Anda membutuhkan teman untuk meluapkan isi hati Anda. Apalagi bagi para perempuan yang terkenal emosional dan tidak segan-segan menangis kencang untuk meluapkan kesedihannya.

Nah, di sini kadang para perempuan membutuhkan teman untuk diajak berbicara atau sekedar menenangkannya. Hanya dengan ¥ 7.900 atau sekitar Rp. 910.000. Anda mungkin bisa menyewa seorang pria yang bisa datang ke tempat kerja Anda dan dengan lembutnya menyeka air mata Anda saat menangis.

Jika Anda menangis dalam waktu yang lama, 'pria sewaan' tersebut juga akan sabar duduk di kamar Anda sambil menonton video sedih bersama Anda sampai Anda selesai menangis.

Ternyata, 'pria sewaan' yang dimaksud adalah mereka yang bekerja di salah satu perusahaan yang berbasis di Tokyo bernama Ikemeso Danshi. Perusahaan menawarkan jasa online lelaki penghapus air mata dengan tagline "Lelaki Tampan Yang Akan Menghapus Air Mata Anda".

Ikemeso Danshi didirikan oleh Hiroki Terai, seorang pengusaha yang mengidentifikasi kesenjangan empati dalam kesehatan emosional masyarakat yang sekarang semakin kabur.

Sebelumnya Terai juga pernah membangun usaha yang menawarkan upacara resmi untuk menandai akhir dari sebuah pernikahan yang terbilang cukup sukses. Ketika ia melihat klien-kliennya menangis saat upacara tersebut, ia melakukan eksperimen dan memutar serangkaian film sedih di tahun 2013 untuk melihat efek orang asing yang menangis bersama di depan umum.

Sejak saat itu, Terai mulai menemukan suatu pekerjaan baik dari rui-katsu atau penyeka air mata. Tahun lalu, ia menerbitkan sebuah buku yang juga diberi judul Ikemeso Danshi yang menampilkan foto-foto model pria yang sedang menangis.

Menurut data statistik pemerintah yang dilansir dari laman Quartz, Senin (21/9) sekitar sepertiga dari penduduk di Jepang tinggal sendiri di rumahnya. Angka yang melonjak 25 persen dibanding tahun 1995.

Di tahun 2035, orang yang hidup sendiri mungkin akan melonjak drastis menjadi 40 persen dari total rumah tangga di Jepang. Kemudian tingkat perceraian di Jepang terus menerus merosot dari tahun 1970-an.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar