Cerita Sheryl Crow Selama Menjadi Backing Vokal Michael Jackson

Penulis: Eka Azwin Lubis

Cerita Sheryl Crow  Selama Menjadi Backing Vokal Michael Jackson

Michael Jackson dan Sheryl Crow (Pinterest)

Minggu, 18 Agustus 2019 | 21:34

Analisadaily - Sheryl Crow mengaku banyak melihat hal aneh ketika bekerja sebagai backing vokal Michael Jackson.

Penyanyi berusia 57 tahun itu mulai dikenal publik ketika terpilih menjadi bagian dalam Bad World Tour selama 18 bulan pada era 1980-an.

Tur itu pula yang disinyalir sebagai momen ketika James Safechuck menjadi korban Michael. Saat itu James yang masih sekolah ikut bergabung bersama idolanya menjalani tur sekitar sembilan bulan.

"Itu adalah pengalaman yang gila. Maksud saya, dia (Michael Jackson) adalah bintang terbesar dalam satu generasi dan saya harus menyanyikan duet (I Just Can't Stop Loving You) bersamanya setiap malam selama 18 bulan," kata Sheryl, dilansir dari Mirror, Minggu (18/8).

"Dia sangat menuntut pertunjukan yang maksimal. Kebalikan dari jenis pertunjukan spontan yang biasa saya lakukan sekarang," ungkapnya.

"Saat itu saya belum pernah keluar dari AS sebelumnya. Namun tiba-tiba saya berada di Jepang, maka kami semua berlarian ke Disneyland Tokyo saat tengah malam seperti sekelompok anak berusia 12 tahun," kenangnya.

Ketika ditanya apakah dirinya sudah menonton Film Leaving Neverland yang berisi kesaksian Wade Robson dan James Safechuck terkait pelecehan seksual oleh Michael Jackson saat mereka masih kecil, Sheryl mengaku belum menontonnya.

"Saya belum melihat film dokumenter itu dan saya tidak ingin melihatnya," tegasnya.

"Saya ada di sekitarnya dan menyaksikan beberapa hal yang saya pikir benar-benar aneh," sambung Sherly.

Namun dia menolak untuk menjelaskan secara detail hal apa yang dia anggap aneh tersebut. Dia justru menyalahkan orang di sekeliling Michael yang membuatnya berperilaku tidak pantas terhadap anak-anak.

Sebelum kematiannya, Michael Jackson dihadapkan pada delapan tuduhan penganiayaan, namun tidak satu pun tuduhan itu yang membuatnya dinyatakan bersalah. Sementara keluarganya terus menolak tudingan yang dibuat dalam Film Leaving Neverland.

Michael Jackson bersama

Michael Jackson bersama Wade Robson (Mirror)

"Sungguh tragis pada usia 50 tahun dia pergi. Namun apakah kita pernah berpikir dia akan tumbuh menjadi seorang lelaki tua di depan kita?" ujarnya.

"Tidak ada cara untuk mengungkapkan betapa luar biasanya bakat orang ini. Tidaknya hanya melakukan kualitas kerja sepanjang hidupnya, tetapi dia juga menciptakan gerakan dan tarian yang tidak pernah dilihat siapa pun sebelumnya," tukas Sherly.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar