Biaya Sekolah di India Dibayar Pakai Sampah Plastik

Penulis: Christison Sondang Pane

Biaya Sekolah di India Dibayar Pakai Sampah Plastik

Anak-anak membawa sampah plastik menuju sekolahnya (AFP/DeccanHerald)

Rabu, 5 Juni 2019 | 13:36

Analisadaily - Satu sekolah di timur laut India melakukan pendekatan baru untuk mengatasi masalah sampah plastik. Caranya, setiap siswa harus membawa sampah plastik dari rumah masing-masing.

Setiap minggu, 110 siswa di sekolah Forum Akshar di luar Dispur di negara bagian Assam harus membawa hingga 20 jenis plastik yang dikumpulkan dari rumah mereka dan daerah setempat.

"Penggunaan plastik merajalela di Assam," kata Parmita Sarma, yang mendirikan proyek sekolah gratis bersama suaminya, warga New York, Mazin Mukhtar.

Sampai tahun lalu sekolah benar-benar tanpa biaya, tetapi sekolah memutuskan untuk memperkenalkan ‘biaya’ plastik setelah permohonan kepada orang tua untuk mengambil bagian dalam skema daur ulang.

"Kami memberi tahu orang tua untuk mengirim plastik ke sekolah sebagai biaya jika Anda ingin anak-anak Anda belajar di sini secara gratis,” kata Mukhtar kepada AFP dilansir dari Channel News Asia, Rabu (5/6).

Selain itu, orang tua harus membuat ‘janji’ untuk tidak membakar plastik.

KESADARAN

Fakta, bahwa anak-anak sekarang pergi dari rumah ke rumah meminta plastik telah meningkatkan kesadaran di daerah setempat.

Menurut organisasi non-pemerintah, Environ, kurang dari satu juta orang menghasilkan 37 ton sampah setiap hari, kenaikan tujuh kali lipat selama 14 tahun.

"Sebelumnya, kami dulu membakar plastik dan kami tidak tahu, bahwa gas yang dipancarkan itu berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan kami," kata Menu Bora, ibu dari satu murid.

"Kami juga membuang ini di lingkungan. Tapi itu tidak akan pernah terjadi lagi. Ini adalah langkah yang baik yang diprakarsai oleh sekolah,” sambungnya.

Setelah pengumpulan, sekolah memanfaatkan limbah plastik dengan baik. Murid memasukkan kantong plastik ke botol plastik untuk membuat ‘batu bata ramah lingkungan’ yang kemudian digunakan untuk membangun gedung sekolah, bangunan toilet atau jalur baru.

Para siswa India memasukkan kantong plastik ke botol untuk membuat batu bata ramah lingkungan, yang akan digunakan untuk keperluan konstruksi di sekolah Forum Akshar di negara bagian.

Para siswa juga dibayar untuk melakukan ini, sesuatu yang sesuai dengan tujuan lain sekolah: Membawa anak-anak keluar dari tambang batu lokal dan masuk ke pendidikan.

"Orang tua dari sebagian besar siswa, tidak mampu mengirim mereka ke sekolah. Itu sulit tetapi kami telah memotivasi mereka dan membawa mereka kembali ke sekolah,” ucap Mukhtar.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar