Berkunjung ke Makassar, Berikut 5 Tradisi yang Wajib Disaksikan

Berkunjung ke Makassar, Berikut 5 Tradisi yang Wajib Disaksikan

Accera Kalompoan adalah upacara penyucian beberapa pusaka atau peninggalan dari Kerajaan Gowa yang saat ini tersimpan di Museum a Lompoa (Republika/Berbagai Sumber/Internet)

(rzp/csp)

Selasa, 21 Mei 2019 | 11:20

Analisadaily - Makassar adalah salah satu kota terbesar di Sulawesi yang memiliki potensi wisata sangat beragam. Berada di pinggiran pantai, kota ini memiliki banyak pantai, laut, hingga pulau kecil yang bisa dijelajahi oleh pelancong.

Makassar juga punya beberapa tempat wisata sejarah yang megah seperti Fort Rotterdam. Selain wisata yang telah disebutkan sebelumnya, Makassar juga dikenal dengan adat dan budayanya yang sangat kaya.

Terdiri dari beberapa suku seperti Bugis hingga Toraja, aneka tradisi unik banyak dilakukan di sini. Kalau Anda berniat melakukan perjalanan ke kota ini, berikut check list yang harus Anda saksikan.

1. Mappalili

Mappalili adalah salah satu upacara tradisional yang digunakan sebagai penanda awal musim tanam padi di daerah di dekat Makassar. Acara ini dilakukan oleh para pendeta Bugis Kuno bernama bissu. Rangkaian acara ini dilakukan dengan melakukan arak-arakan pusaka berupa pembajak sawah yang dikeramatkan oleh warga setempat.

Pada acara ini Patung Matoa yang memimpin acara akan didampingi oleh para bissu. Dia akan menggunakan katto-katto atau sejenis pentungan untuk memanggil anak laki-laki yang ada di sana. Sementara itu anak perempuan akan dipanggil dengan kalung-kalung.

Ritual Mappalili (YouTube)

Ritual Mappalili (YouTube)

2. Accera Kalompoang

Accera Kalompoan adalah upacara penyucian beberapa pusaka atau peninggalan dari Kerajaan Gowa yang saat ini tersimpan di Museum a Lompoa. Salah satu pusaka yang ikut disucikan pada acara ini adalah Salokoa atau Mahkota yang dibuat pada abad ke-14. Mahkota ini dipakai oleh Raja Pertama Gowa dan penerusnya.

Penyucian dilakukan dengan menggunakan air suci dicampur dengan beberapa bahan tradisional. Selanjutnya akan dibacakan doa-doa dengan bahasa setempat atau doa yang ada di dalam kitab suci umat Islam.

3. Suru Maca

Kalau di Jawa ada Megengan, di Makassar ada Suru Maca. Upacara tradisional yang menggunakan unsur Islam ini dilakukan menjelang bulan puasa. Biasanya beberapa orang akan berkumpul untuk mendoakan para leluhur yang sudah mendahului. Selanjutnya mereka juga makan bersama dengan hidangan yang sudah disiapkan sebelumnya.

4. Rambu Tuka

Rambu Tuka adalah pesta besar yang dilakukan oleh rumpun keluarga ketika ada acara pernikahan, pergantian atap tongkonan, atau syukuran setelah panen. Acara ini akan diisi dengan nyanyian dan tarian oleh anggota keluarga

Karena Rambu Tuka tidak selalu dilakukan, momen ini sangat dinantikan oleh banyak orang. Pasalnya dengan upacara ini, semua keluarga bisa berkumpul setelah lama terpisah.

Salah satu tarian diacara Rambu Tuka (JolyGram)

Salah satu tarian diacara Rambu Tuka (JolyGram/Toraja ID)

5.Ma’nene’

Masyarakat Toraja menyimpan jenazah leluhur dan sanak saudara di dalam peti. Jenazah biasanya akan awet dan tidak akan membusuk. Setiap setahun sekali, jenazah akan dikeluarkan untuk dibersihkan, diganti bajunya, dan dirias seperti layaknya orang yang masih hidup

Tradisi ini menjadi daya tarik semua orang yang ingin datang ke Makassar. Bahkan, masyarakat internasional mengakui keunikan budaya ini.

Ritual Ma'nene' (Wikipedia)

Ritual Ma'nene' (Wikipedia)

Inilah beberapa ulasan tentang tradisi unik di Makassar. Kalau Anda ingin melihatnya, segera pesan tiket pesawat ke Makassar. Salah satu yang jadi rekomendasi adalah tiket Citilink.

Anda bisa memesan semua tiketnya langsung di aplikasi atau website Airy. Dengan memesan tiket di sana, semua transaksi yang dilakukan bisa berjalan dengan lancar dan tidak mengecewakan. Terpenting lagi semua transaksinya aman dan bebas penipuan.

Alasan lain memesan tiket di Airy adalah mudahnya melakukan refund atau reschedule. Misal, Anda ada acara mendadak dan tidak bisa ditunda, tiket bisa dibatalkan atau diubah jadwalnya.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar