Berkat Kreasi Batik Cirebon, Taty Kini Mendunia

Berkat Kreasi Batik Cirebon, Taty Kini Mendunia

Taty Sugiarti bersama pelanggan di Inacraft 2019.

(rel/rzd)

Selasa, 2 Juli 2019 | 15:32

Analisadaily - Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai dan perpaduan seni tinggi. Berbagai daerah di nusantara mempunyai motif batik khas tertentu. Salah satu yang terkenal dan telah mendunia adalah batik Cirebon.

Sebagai produk khas suatu daerah, Batik Cirebon terus berkembang secara bisnis dan desain karena kelestariannya yang terus dijaga. Di kota yang memiliki julukan sebagai Kota Wali ini, seorang dosen hukum di Universitas Gunung jati Cirebon berhasil mengkreasikan batik menjadi lebih modern dengan membuka usaha Batik Laksmi yang diambil dari nama anak keduanya.

Laksmi juga seorang Dewa yang menggambarkan keindahan, kecantikan, kemewahaan, kecerdasan dan segala sesuatu yang bersifat baik. Dialah Taty Sugiarti yang lahir dan dibesarkan di Cirebon sehingga telah mencintai batik khas daerahnya dari usia muda.

Taty mencoba memasarkan produknya sendiri yang didirikan tahun 2016, setelah berhasil mengelola outlet muslim wanita. Berbagai hal yang diraihnya tidak datang begitu saja tanpa usaha dan tekad kuat serta memiliki passion tersendiri dalam berbisnis.

“Awalnya mendirikan, saya memilih dan membawa bahan batik dari Cirebon ke Bandung untuk dipasarkan ke teman-teman dekat, alhamdulillah dapat diterima masyarakat luas, hingga dipergunakan oleh beberapa pubik figure karena kualitas produk yang dinilai sangat baik. Saat  ini batik Laksmi didukung 15 karyawan dan pengrajin batik di Cirebon,” kata wanita dua anak ini, Selasa (2/7).

Taty yang memiliki hobi traveling ini mengatakan, manusia hidup dan bekerja bukan hanya sekadar mencari materi, namun bagaimana manusia itu dapat merasa lebih hidup. Selama orang mau berusaha dan melakukannya dengan cara yang positif, maka hobi akan menjadi peluang yang menjanjikan.

Keinginannya yang besar untuk melestarikan budaya batik Cirebon, serta mengenalkannya ke seluruh nusantara dan dunia dilakukan Taty dengan serius. Putrinya mengikuti langkahnya dengan lulus di bidang fashion design dan kini menjadi desainer Batik Laksmi.

“Saya ingin melestarikan batik cirebonan dalam konteks yang lebih modern, baik di tingkat nasional dan international,” ujar Taty.

Produk batik kreasi Taty yang dipasarkan bukan hanya pakaian saja, tapi juga dibuat menjadi hampers atau bingkisan cantik yang diminati banyak kalangan. Produk Laksmi batik sendiri mengedepankan keunikan desain dan detail tanpa mengubah pakem dari batik itu sendiri.

Seperti halnya pengusaha lain yang merasakan berkah Ramadan dan Idul Fitri, Taty mengakui penjualan Batik Laksmi mencapai ratusan juta dengan memproduksi lebih dari 300 jenis batik tulis, cap, dan print tiap bulannya, mengalami peningkatan hingga 80 persen pada bulan puasa hingga lebaran tahun ini.

“Di musim lebaran, pemesanan bingkisan batik exclusive meningkat dan menjadi salah satu produk terlaris kami,” ujar Taty yang kini telah memiliki pelanggan di seluruh Indonesia dan berbagai Negara di Asia.

Dengan segudang kegiatan yang dilakukan, Taty yang juga seorang aktivis bidang sosial serta hak asasi perempuan dan anak ini, kerap menerima berbagai penghargaan dan mengikuti pameran di tingkat Nasional. Ia pun sukses membuka offline store di Bandung yang beralamat di Jalan Perumahan Setrasari Kulon Nomor 11.

Taty mengungkapkan, berbagai hal mengenai pendistribusian barang menjadi sangat penting dalam menjalankan bisnis batik Cirebon ini. Setiap hari ia mengirimkan bahan baku dari Cirebon untuk dapat diproduksi di Bandung.

“Karena workshop bahan ada di Cirebon, tapi untuk pembuatan desain, penjahitan, packaging semua di Bandung,” jelasnya.

Selain itu, Taty memasarkan produknya secara online sehingga pengiriman yang cepat dan aman menjadi salah satu pertimbangan Taty untuk mempercayakan keseluruhan proses pengiriman menggunakan jasa JNE.

“Dari awal memulai bisnis saya sudah menggunakan JNE dalam pendistribusian berbagai hal. Pelanggan saya dari banyak yang merupakan corporate customer, jadi saya juga harus mengutamakan layanan kiriman,” Taty menandaskan.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar