Berencana Wisata Sejarah dan Budaya ke Solo? Jangan Lupa Kunjungi 3 Lokasi Ini

Berencana Wisata Sejarah dan Budaya ke Solo? Jangan Lupa Kunjungi 3 Lokasi Ini

Keraton Kasunanan Surakarta (Java Heritage Tour)

(rel/rzd)

Senin, 21 Januari 2019 | 11:26

Analisadaily - Solo merupakan kota di Jawa Tengah yang tak pernah sepi wisatawan, terutama mereka yang gemar dengan sejarah dan budaya. Dikenal juga dengan nama Surakarta, kota ini memang begitu lekat dengan dua unsur tersebut.

Solo dulunya merupakan bagian dari Kerajaan Mataram, bahkan sempat dijadikan pusat pemerintahan. Sampai sekarang, adat dan budaya warisan masa lalu itu masih dijaga dan dilestarikan.

Jika Anda berencana mengunjungi Solo, pastikan Anda menyambangi tempat-tempat wisata sarat budaya dan sejarah ini, ya. Jangan lupa, manfaatkan tiket pesawat promo Februari 2019 di Airy  untuk membawa Anda ke kota ini lebih cepat.

1. Keraton Kasunanan Surakarta

Pastikan Anda mengunjungi Keraton Kasunanan Surakarta yang terletak di Jalan Sidikoro, Baluwati, Pasar Kliwon, Surakarta untuk berwisata sejarah. Keraton berarsitektur Jawa dan Eropa ini didirikan Susuhunan Pakubuwono II sekitar tahun 1744, menggantikan Keraton Kartasura yang rusak karena Geger Pecinan 1743.

Sekarang, kompleks keraton masih berfungsi sebagai tempat wisata sekaligus tempat tinggal Sri Sunan dan keluarganya yang masih menjaga erat tradisi. Tempat tinggal raja ini tertutup untuk khalayak ramai.

Dalam kompleks Keraton Kasunanan Surakarta, terdapat sebuah museum yang bisa dikunjungi wisatawan. Museum ini menyimpan koleksi berupa replika pusaka keraton, kereta kencana, gamelan, dan juga hadiah dari raja-raja Eropa di masa lampau. Selama di sini, Anda diharapkan untuk menjaga sikap dan mengikuti aturan yang ada

2. Pura Mangkunegaran

Bangunan bersejarah menyerupai sebuah keraton ini berada di Jalan Ronggowarsito, Keprabon, Banjarsari, Surakarta. Istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran ini memiliki arsitektur unik. Gaya tradisional Jawa berpadu apik dengan arsitektur Eropa yang khas, membuatnya terlihat memikat. Pura Mangkunegaran dibangun oleh Mangkunegara I pada tahun 1757.

Di Pura Mangkunegaran, Anda akan mendapati sebuah halaman luas yang dulunya digunakan untuk pelatihan prajurit. Ada juga pendopo besar bernama Pendopo Ageng. Pendopo ini memiliki luas 3.500 m2 dengan dominasi warna kuning hijau.

Warna tersebut adalah pari anom, warna khas Mangkunegaran. Langit-langit pendopo dihiasi astrologi Hindu-Jawa dan lampu gantung unik. Terdapat gamelan pusaka di pendopo yang biasa dimainkan di acara-acara tertentu.

Selain itu, terdapat sebuah museum yang menyimpan berbagai benda bernilai historis tinggi seperti perhiasan, senjata, pakaian, medali, wayang, uang logam, dan juga gambar-gambar. Ada juga perpustakaan bernama Rekso Pustoko. Di sini, tersimpan berbagai manuskrip lama dan buku-buku penting dalam berbagai bahasa.

3. Museum Radya Pustaka

W

Museum Radya Pustaka (wikipedia)

Di Museum Radya Pustaka, Anda dapat menyaksikan berbagai koleksi benda bersejarah seperti patung, meriam, prasasti, atau arca Hindu-Buddha. Koleksi museum ini juga meliputi benda sarat nilai budaya di antaranya berbagai pusaka, wayang, arca, miniatur rumah joglo, keramik, orgel, gamelan, dan alat tenun.

Koleksi paling populer di Museum Radya Pustaka adalah buku kuno Wulang Reh karya Pakubuwono IV yang berisi petunjuk pemerintahan; Serat Rama karangan Yasadipura I yang bercerita tentang wiracarita Ramayana; serta Kyai Rajamala, sebuah patung kayu berbentuk kepala raksasa buatan Pakubuwono V.

Museum yang dibangun 1890—dipindahkan tahun 1913—ini merupakan museum tertua di Indonesia. Lokasi museum berada di Jalan Brigjen Slamet Riyadi Sriwedari, Laweyan, Surakarta.

Itulah ulasan mengenai beberapa tempat wisata sejarah dan budaya di Solo. Nah, segera rencanakan liburan Anda ke kota ini. Nikmati berbagai promo penerbangan dan tiket pesawat ke Solo murah dari Airy. Selamat liburan.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar