Bahasa Jawa Sudah Mendunia

Penulis: Eka Azwin Lubis

Bahasa Jawa Sudah Mendunia

Raymond Sapoen (Berbagai Sumber)

Kamis, 10 September 2015 | 07:44

Analisadaily - Sebagai suku mayoritas di Indonesia, Jawa menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pihak asing karena pengguna bahasanya menjadi yang terbanyak nomor dua setelah bahasa induk, Bahasa Indonesia.

Namun ternyata, Bahasa Jawa juga digunakan oleh orang-orang di belahan dunia yang lain untuk menjadi alat komunikasi mereka. Selama ini mungkin kita sudah sering mendengar jika rakyat Suriname juga menggunakan Bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari mereka.  

Negara di Amerika Selatan itu banyak berpenduduk warga pendatang termasuk orang-orang jawa yang pada zaman penjajahan dulu dibuang kesana untuk dipekerjakan secara paksa. Tak pelak, orang-orang itu pun akhirnya hidup, menetap dan berkembang biak di negara beribukota Paramaribo tersebut.

Ketika Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Duta Besar Suriname untuk Indonesia saat itu, Amina Pardi, sempat berbincang-bincang dengan Jokowi menggunakan Bahasa Jawa Ngoko.

Menteri Dalam Negeri Suriname saat ini, Soewarto Moestadja, juga mengaku sebagai keturunan suku jawa dari sang kakek. Dengan bangga politisi berusia 65 tahun ini menuturkan leluhurnya yang memiliki asal usul dari Boyolali, Jawa Tengah.

Soewarto Moestadja (Menteri Dalam Negeri Suriname)

Soewarto Moestadja (Menteri Dalam Negeri Suriname)

"Aku durung tahu neng Jowo nanging, jarene mbahku seka Pengging, Banyudono, Boyolali. Ndhisik tekan kene digowo Londo dadi kuli kontrak" (saya belum pernah ke Jawa tapi katanya kakek saya berasal dari Pengging, Banyudono, Boyolali. Dulu dibawa ke sini oleh Belanda sebagai kuli kontrak)," kata Moestadja.

Saat ini tak kurang dari 12 % kursi di parlemen Suriname dikuasai oleh para politikus keturunan jawa. Bahkan pada Pemilihan Presiden tahun 2015, salah satu kandidat yang maju, Raymond Sapoen, merupakan keturunan jawa yang memiliki darah Banyumas, Jawa Tengah, dari kakeknya.

"Aku tinggal di Suriname, anakku telu, lanang....Aku arep dadi presiden Republik Suriname, partaiku jenengane Pertjaja Luhur (anak saya tiga, saya mencalonkan diri jadi presiden dari Partai Pertjaja Luhur)," kata Raymond yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Industri Suriname.

Tetapi tahukah Anda jika tidak hanya orang-orang di Suriname yang menggunakan Bahasa Jawa dalam percakapan mereka sehari-hari. Di Australia, Bahasa Jawa konon sudah menjadi salah satu mata kuliah wajib yang diberikan kepada mahasiswa/i di negeri Kanguru.

Bulan Desember tahun 2014 lalu, sebuah video berdurasi 28 menit muncul di YouTube yang memperlihatkan lakon mahasiswa The Australian National University dalam membawakan sebuah drama berbahasa jawa dengan judul ‘Sri Ngilang’.

Di bawah arahan Dr. Amrih Widodo dan Prof. Dr. George Quinn, para mahasiswa/i tersebut dengan fasih membawakan drama yang seolah-olah berlatar di daerah Yogyakarta dan Semarang tersebut.

Berikut video drama ‘Sri Ngilang’ yang diambil dari YouTube (10/9):

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar