Bahagianya Kan Ping Kun, Nenek yang Ultah ke-100 Tahun di Hari Kemerdekaan

Penulis: Lely Novita

Bahagianya Kan Ping Kun, Nenek yang Ultah ke-100 Tahun di Hari Kemerdekaan

(dtc)

Selasa, 25 Agustus 2015 | 06:38

detikNews - Jakarta, Perayaan ulang tahun ke-100 jadi momen spesial Kan Ping Kun. Apalagi hari ulang tahunnya bertepatan dengan tanggal kemerdekaan Indonsia.

Sebagai ucapan syukur, nenek Kan mengadakan perayaan ulang tahun di sebuah restoran di Sanur, Bali. Kan masih sehat secara jasmani.

Putra keempat Kan, Wong Fat Cun dalam cerita yang dibagikan ke detikcom menuturkan Ibundanya yang lahir pada 17 Agustus 1915 memiliki 7 anak yakni 6 putra dan 1 putri. 

"Kan berjuang membesarkan anak-anaknya melewati berbagai tantangan hidup termasuk kondisi negara Indonesia yang masih di bawah penjajahan Belanda sampai Jepang. Karena itu, ia sangat bahagia ketika tanggal ulang tahunnya merupakan hari kemerdekaan bangsa Indonesia," kata Wong, Senin (24/8/2015).

Prinsip hidup Kan sangat sederhana. Berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa hingga saat ini hidup bahagia bersama 24 orang cucu dan 25 orang cicit

"Kan tidak memiliki pantangan makanan. Baginya,  semua makanan baik bagi tubuh manusia, asalkan tidak berlebihan. Jika beliau mengingiknak makan sesuatu, pasti dikabulkan oleh putra-putrinya. Yang istimewa, beliau bisa mengkontrol keinginannya dengan tidak menyantap makanan tersebut terlalu banyak. Tidak mengherankan, sampai usia 100 tahun ini, Kan masih terkadang menyantap durian," tutur Wong.

Perayaan ultah ke-100 Kan juga dilakukan dengan acara bakti sosial ke panti werdha yang dikoordinir cucunya bernama Cece Hermy Wirawan. 

"Penyerahan sumbangan ke panti werdha merupakan keinginan mulia dari Kan untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama lansia yang kurang beruntung didampingi oleh keluarga tercinta," imbuh dia.

Kan tampak bahagia saat mearyakan ulang tahun bersama keluarga besarnya. Kesehatan hingga menginjak usia ke-100 memang harus disyukuri. "Semoga panjang umur dan sehat selalu," harap Wong.

Di dunia, tercatat pria tertua adalah Sakari Momoi yang meninggal di Tokyo pada usia 112.

(Baca juga: Pria Tertua Dunia Meninggal pada Usia 112 Tahun)

Mantan kepala sekolah SMA dan ayah lima anak itu meninggal karena gagal ginjal di sebuah sarana perawatan pada Minggu (5/7/2015), namun yang kematiannya baru diumumkan pada Selasa (7/7)

Dia dinobatkan sebagai pria tertua oleh Guinness World Records pada Agustus 2015. Bulan April 2015, manusia dan perempuan tertua dunia, Misao Okawa dari Jepang meninggal pada usia 117. (fdn)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar