Apakah Anda Seorang Shooping Holic?

Penulis: Elfa | Editor: Reza Perdana

Apakah Anda Seorang Shooping Holic?

Ilustrasi (Salvationarmy)

Selasa, 13 Maret 2018 | 13:50

Analisadaily - Kecanduan belanja mempengaruhi setidaknya 5 persen populasi orang dewasa di negara maju, dengan perkiraan 14 persen orang memiliki kondisi menengah ke atas di seluruh dunia.

Pecandu belanja yang biasa disebut Shopping Holic atau pembeli kompulsif tidak dapat menolak dorongan dari dalam diri untuk melakukan pembelian. Biasanya berulang-ulang dan membelanjakannya secara berlebihan.

Bahkan, beberapa barang dibeli tidak sesuai kebutuhan. Kondisi ini juga disebut omniomania. Menurut penelitian oleh World Psychiatry, Shooping Holic mempengaruhi 80 persen lebih banyak wanita daripada laki-laki.

Menurut Shopaholic Anonymous, ada berbagai jenis Shooping Holic:

  • Compulsive Shopaholics: berbelanja saat mereka merasa tertekan.
  • Trophy Shopaholic: selalu berbelanja barang yang sempurna.
  • Big-spender Image: seseorang yang ingin memiliki citra sebagai orang berada.
  • Bargain Seeker: membeli barang yang tidak mereka butuhkan hanya karena didiskon.
  • Bulimic Shoppers: tidak merasa puas jika tidak membeli sesuatu saat ke mall atau satu tempat.
  • Kolektor: seseorang yang berbelanja dengan banyak warna untuk satu item yang sama.

Dilansir dari Huffington Post, Selasa (13/3), untuk menghindari seseorang menjadi candu dalam berbelanja, maka beberapa tips berikut dapat membantu:

  • Sadar kebutuhan barang.
  • Buat daftar sebelum pergi ke toko.
  • Jangan membawa lebih banyak uang daripada yang Anda butuhkan.
  • Jika perlu, blokir situs belanja tertentu di internet.
  •  Kembangkan hal-hal menyenangkan untuk mengisi waktumu
  • Jangan malu untuk mencari dukungan dengan kelompok atau konseling yang dapat memberikan masukan.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar