Angelina Jolie Desak Pemimpin Dunia Fokus Pada Kesetaraan Gender

Penulis: Christison Sondang Pane

Angelina Jolie Desak Pemimpin Dunia Fokus Pada Kesetaraan Gender

Angelina Jolie saat pidato di pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York (Association Press Photo/Daily Mail)

Minggu, 31 Maret 2019 | 10:51

Analisadaily – Angelina Jolie, aktris, pembuat film dan juga aktivis berpidato dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada Jumat 29 Maret 2019.

Dalam pidato berdurasi 15 menit, ia mendesak pemimpin dunia untuk tetap fokus pada kesetaraan gender dan menjaga perdamaian di zona perang. Menurut dia, politisi, pemimpin dan penjahat perang yang gagal mengakui hak-hak wanita harus dihukum.

“Tidak ada perdamainan dan stabilitas di Afganistan atau di mana pun di dunia ini yang melibatkan hak-hak perempuan. Lebih buruk lagi, kita melihat impunitas atas kejahatan yang dilakukan terhadap wanita dan anak-anak perempuan dalam konflik,” kata Jolie.

“Selama kita terus menempatkan hampir setiap masalah lain di atas hak dan partisipasi perempuan, kita akan tetap terjabak dalam siklus kekerasan dan konflik. Kita tidak akan belajar apa-apa, dan institusi kita akan menghitung kurang dari yang seharusnya.”

Dilansir dari Aceshowbiz, Minggu (31/3), bulan lalu Angelina Jolie mengunjungi pengungsi di kamp di Kutupalong di Teknaf, Bangladesh, tempar dia mengadakan konferensi pers.

Saat itu, dia mendesak para pejabat di negara tetangga  Burma untuk mengakhiri kekerasan di negara bagian Rakhine yang memaksa ratusan ribu muslim keluar dari rumahnya.

Dia juga bertemu anak-anak dan korban pemerkosaan di kamp yang menampung lebih dari satu juta pengungsi.

“Sangat menyedihkan bertemu dengan keluarga yang hanya mengetahui penganiayaan dan kewarganegaraan sepanjang hidup mereka dan yang diperlakukan seperti sapi,” ujarnya.

Angelina ikut kegiatan PBB sejak menjadi utusan khusus Komisaris Tinggi PBB untuk pengungsi pada 2012. Sejak itu, pemenang Oscar ini mengunjungi pengungsi-pengungsi di seluruh dunia dan bicara dengan korban perang dan pelecehan.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar