14 Perusahaan ICT Indonesia Pameran di Jerman

Penulis: Lely Novita

14 Perusahaan ICT Indonesia Pameran di Jerman

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Zakiyudin berfoto bersama dengan para peserta dari 14 perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology/ICT) Indonesia serta pendukung penyelenggara pada pameran Centrum for Boroautomation, Informationstechnologie und Telekommunikation (CeBIT) 2016 di Hannover, Jerman. (ANTARA News/ Humas Kementerian Perindustrian)

Rabu, 23 Maret 2016 | 06:24

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 14 perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology/ICT) Indonesia untuk mengikuti pameran Centrum for Boroautomation, Informationstechnologieund Telekommunikation (CeBIT) 2016 di Hannover, Jerman.

Demikian disampaikan Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Zakiyudin berdasarkan laporannya dari Jerman.

“Program ini merupakan bentuk kerjasama antara Kemenperin dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin,” kata Zaki melalui siaran pers diterima di Jakarta, Selasa.

Disebutkannya, ke-14 perusahaan ICT Indonesia yang terlibat,yaitu Agate International (Agate Studios), Amirage International (J-Spot Augmented Reality), Anantarupa Nabha Sparsham Deeptam (Anantarupa Studio) dan Evolusi Teknologi Semesta (Data Driven Asia).

Kemudian, Delapan Sebelas Indonesia (i-811), DreambenderIndonesia (Isara), Dua Empat Tujuh (Solusi 247), Fusi Global Teknologi, Microelectronics Center ITB, Mitra IntegrasiKomputindo, Sydeco, Sentra Studio Indonesia (Global e-Learning) dan Virkea Empressa Utama.

Dari keikutsertaan pameran yang diselenggarakan pada tanggal 14-18 Maret 2016, kata Zakiyudin, perusahaan ICT Indonesia berhasil menjalin berbagai kerja sama bisnis dan MoU dengan mitra dari negara-negara Eropa, Asia dan Amerika.

Estimasi kesepakatan bisnis mencapai 1.338.000 dollar AS dan Euro 550.000 atau sekitar Rp26,23 miliar dari total 141 kontrak dagang.

“Untuk 14 Perusahaan ICT Indonesia, Kemenperin memfasilitasi booth seluas 72 m2, sedangkan 3 perusahaan lainnya difasilitasi ITPC Hamburg dengan luas 18 m2,” ujar Zaki.

Selanjutnya, untuk memperluas jejaring dan memfasilitasi pelaku usaha Indonesia dalam memasuki pasar Eropa, KJRI Hamburg bekerjasama dengan didukung ITPC Hamburg dan perusahaan ICT Indonesia berbasis di Hamburg.

“Seluruh perusahaan ICT Indonesia yang menjadi co-exhibitor dalam pameran CeBIT 2016, mempresentasikan berbagai produk inovatif kompetitif dihadapan para pelaku bisnis internasional,” tutur Zakiyuidn.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar